Lubang Jembatan Kalong Semakin Dalam

Ari, Lubang jembatan kalong yang kian dalam dan membahayakan    pengendara

CURUP, BE – Kondisi jembatan kalong berada di perbatasan Desa Air Meles Bawah dan Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang, kian hari kian memprihatinkan. Hal ini terlihat dari kondisi lubang-lubang jembatan yang semakin dalam dan membahayakan.

Dengan kondisi tersebut, kerap terjadi kecelakaan terutama menimpa kendaraan roda dua yang melintas di jembatan tersebut terutama pada malam hari. Berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress di lapangan, meskipun lubang-lubang besar menganga, namun saat ini memang masih bisa dilewati kendaraan roda empat dan roda dua.

Hanya saja, jika para penggunan jalan tak hati-hati khsusunya kendaraan roda empat, kendaraan bisa masuk ke dalam lubang jembatan sedalam lebih dari setengah meter dengan panjang lebih dari dua meter. Lantaran kondisi jembatan lumayan lebar, kendaraan bisa memilih untuk dilintasi.

Jembatan kalong sendiri, merupakan satu-satunya jalan penghubung warga Desa Air Meles Atas untuk menembus jalan lintas Curup – Lubuklinggau. Jikapun tidak harus melintasi jembatan itu, warga harus memutar menuju Kelurahan Air Bang Curup Tengah yang jaraknya lebih dari 4 kali lipat untuk menuju jalan lintas.

“Kalau malam mas, karena lampu penerangan kurang, banyak kendaraan yang terjebat dan masuk lubang dan terpaksa harus diangkat. Sebab, kondisi lubang tak terlihat,” aku Samsul (32) warga Air Meles Bawah yang kerap melintas di kawasan tersebut.

Menurutnya, beruntung untuk kendaraan roda empat, namun jika kendaraan roda dua yang masuk kedalam lubang itu bisa mengakibatkan korban jiwa lantaran banyak kawat ukuran besar yang telah putus dan bisa melukai pengendara.

“Kalau malam memang banyak kendaraan yang masuk kedalam lubang karena tidak tahu, kalau mobil paling ban sebelah yang masuk lubang, kalau motor bisa satu motor masuk ke dalam lubang meski tidak jatuh ke bawah karena ada tiang penyangga, namun banyak kawat yang sudah putus dikhawatirkan melukai pengendara,” jelas Samsul.

Ia berharap pada Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk tidak menunda-nunda perbaikan jembatan itu. Sebab akan berbahaya jika terus dibiarkan. “Pertama kendaraan besar banyak masuk kota, kedua kendaraan roda dua dikhawatirkan menjadi korban kecelakaan lantaran masuk ke dalam lubang,” paparnya. (251)