Longsor Air Bang Mengkhawatirkan

Ari, kondisi longsor di Kelurahan Air Bang yang belum ditindaklanjuti dan mengancam keberadaan jalan diatasnya.

CURUP TENGAH, BE – Kondisi longsor di Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah yang terjadi beberapa bulan lalu, kian mengkhawatirkan. Hal tersebut dikarenakan belum ada penanganan yang dilakukan oleh dinas terkait, sehingga lonsor mengancam jalan menuju Perumahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah.
Berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress di lokasi longsor kemarin (17/4) siang, sejak terjadinya longsor, belum ada tanda-tanda perbaikan yang dilakukan oleh pihak terkait. Hanya saja terlihat papan merek dari BPBD Rejang Lebong di simpang menuju jalan longsor agar pengendara berhati-hati karena longsor.
Namun, di lokasi longsor sendiri hampir tak ada tanda-tanda yang dibuat seperti tumpukan karung, atau pagar pembatas atau sejenisnya.  Hanya saja warga sempat menancapkan beberapa batang kayu kecil. Padahal, lokasi longsor berada di bibir jalan.
Yang lebih membahayakan, di lokasi longsor tampak rumput tebal sehingga pengendara dikhawatirkan tidak mengetahui adanya longsor terutama pada malam hari.
“Dari pertama loongsor sampai sekarang belum ada perbaikan, dan mungkin tidak diperbaiki pak,” ungkap Bahar (55) pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas di sekitar lokasi.
Menurutnya, jika longsor tersebut tak diperbaiki, kemungkinan besar akan terus mengikis jalan dan bisa memperluas lokasi longsor.  “Kalaupun harus dipasang pelapis tebing, harus panjang dan kokoh, sebab dilihat dari lokasi longsor, yang sangat panjang dan dalam,” akunya.
Ia sendiri mengaku tidak tahu jika ada longsor kalau tidak ada tanda-tanda kecil di sekitar longsor.  Sebab, di lokasi longsor yang berada di bibir jalan, tak ada tanda-tanda dan dipenuhi rumput.
Selain belum adanya upaya penangganan untuk mengantisipasi semakin parahnya longsor. Didasar longsor pemilik sawah yang tertimbun longsor masih kesulitan untuk menggarap sawah miliknya. Sebab, selain membutuhkan waktu lama karena material longsor yang lumayan banyak seperti rumpun bambu juga material bebatuan yang menimbunya.  Warga berharap, agar longsor bisa segera di perbaiki dan dibangun pelapis tebing agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. (251)