LJK UN Sudah Dipindai

Gub Sidak Seluma

Sebelum dipindai, tim melakukan pemberkasan, LJK di hitung dan dicocokkan  kemudian dipindai (4)BENGKULU, BE –   Tim panitia pemindaian Universitas Bengkulu tengah melakukan proses scaning  (pemindaian) Lembar Jawaban Komputer (LJK) hari pertama  Ujian Nasional (UN)  untuk jenjang  pendidikan SMA/SMK/MA/ SMALB dan Paket C   se-Provinsi Bengkulu.
Ketua Koordinator  Panitia Pemindaian  yang juga Wakil Rektor I Unib, Prof. Dr. Ir. Muhamad Syaiful, MS  menuturkan,   LJK UN  dari 9 kabupaten/kota terkecuali dari Pulau Enggano sudah diterima panitia Unib. “Berkas itu terakhir diterima pada pukul 23.00 wib dari  Mukomuko dan Kaur, ” katanya.
Setelah LJUN diserahkan ke Unib, kemudian tim pemberkasan  melihat dan menyusun. Selanjutnya dicocokkan berdasarkan daftar kehadiran dan jumlah LJUN hingga akhirnya dibundel untuk kemudian dikirim ke tim pemindaian.  ” Pada  pemberkasan ini, tim  menemukan ada beberapa amplop LJK yang tidak ditandai seperti  tidak ada tanda tangan, stempel sekolah, atau dilak. Akibatnya ada beberapa bundel LJK dikembalikan ke Dikbud untuk diverifikasi ulang, ” katanya.
Kesalahan ini sebenarnya tidak terlalu fatal, namun  verifikasi ini harus dilakukan menghindari terjadinya  hal-hal negatif. Tim Unib berupaya agar pelaksanaan benar-benar sesuai dengan prosedur.
Setelah berkas dinyatakan lengkap, maka tim pemberkasan, oleh panitia  LJUN akan disusun berdasarkan daftar nama sekolah, mata pelajaran, kemudian diurutkan dari nomor terkecil sampai dengan nomor terbesar. Pada proses tersebut, tim akan mencocokkan antara jumlah LJUN dan jumlah siswa yang hadir dalam berita acara. Jika ditemukan ketidakcocokan maka akan ada tim kontrol atau tim kendali yang ditugasi untuk memverifikasi data tersebut kepada tim pengawas di lapangan.
Proses pemindaian dan pemberkasan ini,  pihaknya tidak menunggu semua LJK UN dari semua daerah masuk terlebih dahulu, baru proses pemeriksaan dilakukan. Namun jelasnya, daerah mana yang LKJ UN- nya masuk langsung dipindai demi mengejar target yang telah ditetapkan agar pemindaian selesai tepat waktu.
Demi kelancaran pemindaian,  Unib melibatkan  sedikitnya 15  petugas, yang terbagi dalam dua ruang yang berbeda. Yakni  7  orang pemberkasan dan sisanya  untuk pemindaian.  ” Pemindaian dilakukan secara tertutup, dan  harus steril,   hanya tim yang diperbolehkan   masuk , ” cetusnya.
Agar pelaksanaan pemindaian dilakukan  cepat, ada dua mesin scan image  dibantu 3 mesin kecil lainya, harapan  untuk  satu hari  unas, pemindaian LJK dapat dilakukan dalam kurun waktu dua hari, tandasnya.

Dapati 2 Peserta Menikah
Untuk memastikan pelaksaan Ujian Nasional (UN) berjalan lancar tanpa kendala, di hari kedua kemarin (14/4), Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd kembali mendatangi sejumlah sekolah SMA sederajat di Provinsi Bengkulu. Setidaknya ada 5 sekolah yang dikunjunginya kali ini, yakni 4 sekolah di Kabupaten Seluma dan 1 sekolah di Kota Bengkulu.
Inspeksi mendadak (Sidak)-nya dimulai dari SMAN 1 Seluma. Dalam kesempatan itu, Junaidi Hamsyah yang biasa disapa UJH ini  tidak menemukan permasalahan, seperti keterlambatan kedatangan naskah soal, kunci jawaban palsu, dan kendala lainnya.
Disekolah yang dikepalai Agus Salim ini terdapat 1 siswa yang tidak mengikuti UN, lantaran ia sudah mengundurkan diri karena memilih menikah beberapa waktu lalu. Karena itu, peserta UN di sekolah ini hanya tinggal 180 orang lagi.
Peninjauan gubernur dilanjutkan di SMKN 1 Seluma. Dalam sidak di SMKN 1 ini orang nomor satu di Provinsi Bengkulu ini disambut antusiar  oleh kepala SMKN 1 Seluma, Zikri MPd, bersama dewan guru dan panitia pengawas UN.
Peserta UN di SMKN 1 Seluma ini mencapai 155 siswa dan yang terdaftar untuk mengikuti ujian nasional sebanyak 156 siswa. Lagi-lagi terdapat 1 siswa tidak bisa mengikuti UN karena sudah menikah.
Gubernur Junaidi Hamsyah melanjutkan sidaknya ke Madrasah Aliyah (MA) Ar-Raudhah Seluma dan disambut oleh kepala madrasah tersebut, Abdul Rohim SAg MPd. Siswa MA Ar-Raudhah mengiikuti UN sebanyak 27 orang yang dibagi dalam 2 ruang ujian. Tidak ada kendala dalam pelaksanaan ujian di sekolah ini dan pelaksanaan UN berjalan lancar.
Pemantauan dilanjutkan ke SMAN 6 Seluma. Dalam sidak kali ini Junaidi Hamsyah memantau pelaksanaan UN dan langsung bertemu dengan para siswa UN guna memberi semangat kepada siswa tersebut.
”jawab soal ujian secara sungguh-sungguh dan tetap belajar agar setelah lulus bisa melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, karena banyak program beasiswa yang disediakan,” ujar Junaidi Hamsyah.
Terakhir, gubernur melihat pelaksanaan UN Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bengkulu, tempat ia mengajar sebelum menjadi Wakil Gubernur 2010 lalu.   Siswa yang mengikuti UN di ini sebanyak 247 siswa yang di bagi dalam 14 ruangan dan tidak ada masalah yang ditemui.
Usai melihat pelaksaan UN tersebut, kepada wartawan gubernur menyampaikan bahwa hasil sidaknya ke beberapa sekolah tidak ada temuan, seperti adanya indikasi kecurangan, pendistribusian soal lambat dan berbagai masalah lainnya.
“Setelah sidak ke beberapa sekolah SMA/MA dan SMK di Kabupaten Seluma, tidak ditemukan kendala dalam pelaksanaan UN. Hanya saja ada 2 siswa yang tidak mengikuti ujian nasional seperti di SMA 1 Seluma sebanyak satu siswa dan juga di SMKN 1 Seluma satu orang. Karena memilih menikah dibandingkan ikut UN,” terang UJH.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan dukungan kepada siswa yang mengikuti Ujian Nasional untuk bisa melanjutkan kuliah di perguruan tinggi dan bagi yang kurang mampu ada progam bidik misi. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga sudah menyiapkan kuota untuk 10 orang diberikan beasiswa kuliah ke Jepang.
“Kepada kepala sekolah saya menghimbau agar mereka memberikan pemahaman kepada para siswanya untuk meninggalkan budaya coret-coret baju saat kelulusan. Lebih baik baju tersebut di sedekahkan kepada adik kelas yang membutuhkannya, sehingga menjadi lebih bermanfaat,” ungkapnya.
UJH juga mengaku, dalam sidaknya didapati banyaknya sekolah yang mengeluhkan minimnya anggaran untuk operasional sekolah. “Masalah anggaran ini kita masih menunggu PP dari UU nomor  23 tahun 2014, setelah PP-nya keluar maka SMA/MA dan SMK akan kembali ke bawah naungan Pemerintah Provinsi, sedangkan selama ini berada dibawah kendali pemeirintah kabupaten/kota. Kita berharap 2016 nanti PP dari Undang Undang itu sudah turun,” harapnya.(400/247)