Listrik Hidup Mati, Server e-KTP Jebol

JEBOL Kepala Disdukcapil Kaur saat menunjukan server yang jebol akibat listrik yang mati hidup beberapa hari ini, Selasa (2811
JEBOL: Kepala Disdukcapil Kaur saat menunjukan server yang jebol akibat listrik yang mati hidup beberapa hari ini, Selasa (28/11).

BINTUHAN, BENGKULU EKSPRESS – Akibat listrik spaning atau tegangan turun naik  beberapa hari ini, membuat server database induk dalam sistem validasi pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kaur jebol. Akibatnya sejumlah warga di Kaur yang ingin mengambil e-KTP dan baru melakukan perekaman, dipastikan urung memiliki e-KTP tersebut dalam waktu dekat. “Server database ini jebol karena listrik spaning terus, dan untuk saat ini warga yang sudah melakukan perekaman belum dicetak dan juga rekaman, karena server rusak,” kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Kaur Ir Buyung Wiyadi MM, kemarin (28/11).

Dikatakannya, diperkirakan memakan waktu selama satu minggu untuk perbaikan server yang rusak itu. Sebab, perbaikan kondisi server tidak bisa dilakukan di Kaur maUpuN Bengkulu, sebab harus dikirim ke Jakarta. Menurut Buyung, jebolnya server ini karena pemadaman listrik lebih dari dua kali sehari. Kondisi itu membuat server induk yang berfungsi merekam KTP elektronik di dinas itu jebol. Akibatnya pihak Dukcapil Kaur terpaksa menghentikan perekaman e-KTP hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Untuk sementara ini perekaman KTP belum bisa dilakukan, tapi kita upayakan server yang rusak ini dapat segera diperbaiki. Sehingga pembuatan KTP normal lagi,” ujarnya. Ditambahkannya, meski demikian masyarakat diminta tidak panik karena dalam pelayanan kartu identitas, untuk sementara pihaknya mengeluarkan surat keterangan kependudukan yang kedudukan dan fungsinya sama seperti KTP. Juga masyarakat pun diharapkan dapat bersabar hingga perbaikan server selesai dilakukan.

“Dengan menggunakan surat tersebut, masyarakat tetap bisa melakukan pelayanan di mana pun karena kedudukan surat ini sama dengan KTP dan ini berlaku sampai yang bersangkutan memiliki KTP elektronik,” jelasnya.(618)