Lippo Plaza Linggau Beroperasi

lippo-plaza-lubuk-linggau
Walikota Lubuklinggau H SN Prana Sohe di dampingi Presiden Direktur (Presdir), Lippo Group Theo L Sambulaga saat pembukaan serta peresmian Lippo Plaza yang beralamatkan di Jalan Yos Sudarso,Kota Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, Bengkulu Ekspress – Pusat perbelanjaan terkenal di ibu kota, Lippo Plaza akhirnya beroperasi di Kota Lubuklinggau. Pembukaan Lippo Plaza secara resmi dibuka Walikota Lubuklinggau H SN Prana Sohe, Sabtu (25/11).

Sejak baru dibuka, Lippo Plaza yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kota Lubuklinggau ini langsung ramai dikunjungi warga. Ratusan warga, baik dari Kota Lubuklinggau maupun dari wilayah sekitar berbondong bondong datang ke tempat perbelanjaan ala kota besar ini.

Selain berbelanja, masyarakat yang datang ke Lippo Plaza juga berselfie di dalam area perbelanjaan yang begitu megah ini.

Presiden Direktur (Presdir), Lippo Group Theo L Sambulaga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, berkat dukungannya sehingga Lippo plaza dapat berdiri di Kota Lubuklinggau.

“Hypermart di sini adalah gerai yang ke 21 di Sumatara dan Matahari Departement Store (MDS) merupakan outlet yang ke 149. Sedangkan, Lippo Plaza merupakan Lippo Plaza ke-65, yakni mulai dari Aceh, Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel). Khusus di Sumsel, ini termasuk yang terbanyak dibandingkan daerah lain. Bahkan, Provinsi sebesar Jawa Barat (Jabar) pun kalah banyak,” ujar Theo Sambulaga.

Dijelaskannya, Sumsel merupakan interes yang sangat kuat, karena ada pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Sehingga diharapkan, kehadiranLippo Mall ini, bisa membantu usaha pemerintah dalam menumbuhkanpergerakan ekonomi dan membantu program pemerintah.

“Luas Lippo Plaza kurang lebih 24 hektare, didalamnya ada Matahari dan Hypermart, disamping itu juga akan hadir Cinemaxx, Max Cope dan Max Kitchen,” tambahnya.

Terpisah Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe meminta agar manajemen Lippo menjamin tenaga kerja lokal yang diutamakan dalam perekrutan karyawan.

“Pak Theo kan sudah bilang harus 80 persen lokal, ya kita harapkan itu nantinya terealisasi, karena pemerintah sendiri tidak mampu membuka lowongan kerja sebanyak mereka,” kata Nanan.

Dengan adanya investasi yang besar di Lubuklinggau menunjukan bahwa Lubuklinggau layak disebut kota. Kedepan Lubuklinggau memfokuskan menjadi sebagai kota tujuan atau kunjungan, targetnya 1000 orang luar akan datang ke Lubukinggau.

“Ini akan membawa domino efek bagi perekonomian dari pengamen, tukang ojek, hotel dan warung makan, ini yang kita harapkan selama ini,” pungkasnya.(222)