Lima Warga Srikaton Butuh Uluran Tangan

BUTUH BANTUAN: Kades Srikaton, M. Sarjoni saat menunjukkan foto warga miskin di desanya yang membutuhkan uluran tangan, kemarin (26/3).
BUTUH BANTUAN: Kades Srikaton, M. Sarjoni saat menunjukkan foto warga miskin di desanya yang membutuhkan uluran tangan, kemarin (26/3).

PONDOK KELAPA, Bengkulu Ekspress – Potret kesejahteraan masyarakat masih belum dirasakan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), khususnya di Desa Srikaton, Kecamatan Pondok Kelapa.

Betapa tidak, ada sebanyak 5 (lima) orang warga miskin yang menderita berbagai penyakit serius yang mengancam nyawa mereka.

Kepala Desa (Kades) Srikaton, M Sarjoni mengungkapkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan bantuan secara maksimal. Sebab itu, Sarjoni mengharapkan agar seluruh elemen masyarakat dan pemangku jabatan bisa turun tangan dan menyumbangkan sebagian hartanya.

“Kami hanya bisa berharap agar hati Pak Gubernur Bengkulu, Pak Bupati dan segenap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Benteng bisa terketuk mengetahui ada warga kami menderita penyakit serius ini. Terlebih lagi, mereka adalah warga kurang mampu. Mereka dan anggota keluarganya tidak memiliki biaya yang cukup untuk berobat,” ungkap Kades.

Berupaya untuk menolong warganya, Sarjoni mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan proposal usulan bantuan dana kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Kabupaten Benteng. Sayangnya, usulan yang sudah disampaikan sejak tahun 2016 tersebut tak kunjung membuahkan hasil.

“Kali ini, kami juga menyiapkan proposal bantuan untuk sejumlah perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Benteng. Seperti PT Bio Nusantara Teknologi, PT RAA, CV Kitaro, PT BAM dan PT Batang Hari yang berlokasi di Desa Kembang Seri. Besar harapan kami pihak swasta memberikan sumbangsih,” lirih Kades penuh harapan.

Sejauh ini, lanjut Kades, para lanjut usia (lansia) yang menderita penyakit di desanya tersebut memang memiliki kartu sakti BPJS Kesehatan untuk mengikuti pengobatan rawat jalan. Akan tetapi, penyembuhan baru bisa dilakukan setelah kelima warganya mendapatkan pengobatan yang lebih intensif di rumah sakit rujukan di Palembang.

“Perlu diketahui, pengobatan di Palembang membutuhkan biaya pendampingan yang tidak sedikit. Setidaknya biaya pendampingan untuk 5 orang warga Desa Srikaton membutuhkan dana sekitar Rp 50 juta. Inilah yang belum kita miliki,” pungkas Kades. (135)