Lima Hari Sekolah Dievaluasi

STMBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mengevaluasi pelaksanaan sekolah lima hari, khususnya untuk SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Pemprov.

Evaluasi ini dilakukan karena banyaknya sekolah yang meminta untuk kembali seperti semula, yakni enam hari dalam satu minggu.

“Setelah satu semester pelaksanaan lima hari sekolah, maka penerapanya perlu dievaluasi,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Drs Ade Erlangga M MSi melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Jenjang SMA, R Wahyu DP, kemarin (5/1).

Menurut Wahyu, evaluasi ini sebagai upaya untuk mengetahui kesanggupan sekolah dalam melaksanaan sekolah lima hari. Sebab, penerapan sistem pendidikan karakter ini belum tentu membuat peserta didik nyaman, dan tidak didukung wali murid sehingga bukan tidak mungkin jika nanti akan ada sekolah yang telah melaksanakan lima hari sekolah kembali ke sistem enam hari sekolah.

Evaluasi sistem pelaksanaan lima hari sekolah itu, selain menghadirkan sekolah-sekolah penyelenggara juga melibatkan para pengawas.

“Sudah ada beberapa keluhan wali murid, dan pihak sekolah pun siap kembali ke enam hari sekolah, ” cetus Wahyu.

Ditanya sekolah mana saja yang akan kembali sistem belajar enam haru? Wahyu enggan membeberkannya. Namun ia menegaskan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter tidak bisa dipaksakan jika tidak mendapatkan dukungan dari wali murid selaku masyarakat sekolah. Sebab, sekolah 5 hari ini cukup berat, karena siswa harus sekolah sepanjang hari, yakni dari pagi sampai sore.

“Jika tidak mendapat dukungan dari wali murid, maka bisa kembali ke enam sekolah. Kalau pelaksanaan sistem 5 hari sekolah ini tidak bisa dipaksakan,” tutur Wahyu.
Sebaliknya, bagi sekolah yang mampu menerapkan sistem tersebut, siswanya nyaman dan mendapat dukungan dari wali murid, maka tidak ada salahnya jika tetap menerapkan 5 hari sekolah dalam satu minggu.(247)