Lelang Mess Pemda Ditunda

mess_pemda_bengkuluBENGKULU, BE – Panitia Lelang Mess Pemda Provinsi Bengkulu terpaksa menunda sementara proses lelang yang sebelumnya sudah berjalan. Penundaan itu dikarenakan panitia lelang belum melengkapi rincian anggaran untuk membangun fasilitas tambahan yang dibebankan kepada pihak pemenang lelang nanti.
Sejumlah fasilitas tambahan yang belum dirincikan itu seperti kebutuhan anggaran untuk membuat kolam renang berikut kamar bilas atau kamar ganti, untuk pagar keliling hingga gerbang, rehab kerusakan bangunan, cat dan sejumlah fasilitas lainnya.

“Yang kita hitung itu bukan hanya jumlah uangnya, tapi juga materialnya seperti pembuatan kolam renang berapa membutuhkan semen, batu bata, pasir dan keramiknya. Demikian juga dengan pagar, berapa meter besi yang dibutuhkan, berapa upahnya dan berapa total anggarannya,” kata Ketua Panitia Lelang Mess Pemda, Kusnadi SIP kepada BE, kemarin.

Menurutnya, sebelumnya pihaknya memang belum memasukkan rincian tersebut ke dalam dokumen lelang, namun belakangan diketahui semuanya rincian harus dilampirkan.

Karena menghitung rincian anggaran dan material bangunan tersebut dikategorikan rumit dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit, Kusnadi pun belum bisa memastikan kapan lelang bisa dilanjutkan.

“Pokoknya sebelum penghitungan itu selesai, maka proses lelang belum bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Proses penghitungan kebutuhan material tersebut dipastikan memakan waktu yang tidak sedikit, pasalnya setelah dibuat oleh Panitia Lelang, maka disampaikan ke gubernur Bengkulu untuk ditelaah dan ditandatangani. Jika masih ada kurang, maka panitia lelang harus kembali menghitungnya.

“Saya belum bisa memastikan kelanjutan proses lelang, kalau kami panitia ini mau lebih cepat, tapi kan tidak mungkin karena untuk menghitung rincian kebutuhan material atau masalah teknis lainnya itu tidak bisa dilakukan dengan buru-buru,” paparnya.

Untuk diketahui, proses lelang sendiri sudah memasuki tahap memasukkan dokumen penawaran dari 6 investor atau pengusaha dari 8 yang mendaftar. Keenamnya adalah PT. Sekotong MUlti Sarana, PT. Sekotong Graha Mandiri, CV. Wedika Jasa Pratama, PT. Sekotong Konstruksi, PT. 39 Selarasdan PT. Pesona Biru Wisata.
“Jika proses lelang sudah dilanjutkan nanti, maka tahapan berikutnya adalah kami melakukan verifikasi terhadap semua berkas penawaran tersebut. Misalnya masalah IUP, akan kami verfikasi ke pihak yang mengeluarkannya untuk memastikan apakah IUP-nya benar dan masih berlaku atau tidak,” terangnya.

Kusnadi juga mengaku, awalnya pihaknya menetapkan nilai investasi sebesar Rp 14 miliar untuk pembuatan kolam renang, rehab bangunan Mess Pemda dan fasilitas lainnya. Namun dalam dokuken penawaran yang diajukan, banyak perusahaan yang mengajukan nilai investasi mencapai Rp 29 miliar. Karena itulah pihaknya harus menghitung rinciannya.

“Investasi yang kita tetapkan Rp 14 miliar itu belum termasuk pagar, nah karena pagar juga sudah mau hancur, maka sekalian dimasukkan kebutuhannya maka anggaran yang disampaikan calon pengelola pun mencapai 2 kali lipat lebih dari nilai investasi yang kami tetapkan,” tandasnya.(400)