LDII Tolak ISIS

ldii

BENGKULU, BE – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar musyawarah wilayah ke-V LDII Provinsi Bengkulu, di Hotel Rafles, Senin (29/12) kemarin. Dalam kesempatan tersebut,  LDII tegas menyatakan menolak gerakan radikal organisasi ISIS (Islamic State in Iraq and Syria). Hal ini disampaikan langsung oleh ketua umum LDII, Prof Dr Ir KH Abdulah Syam MSc, Senin (29/12) kemarin. “Kita sama dengan organisasi masyarakat (Ormas) islam lainnya. Kita tentu saja menolak ISIS. Sebab bertentangan dengan landasan dasar LDII, yang berlandaskan Pancasila,” jelas Abdulah.
Lebih lanjut diungkapkannya, guna mencegah menyebarnya pergerakan ISIS. Pihaknya telah berkerjasama dengan organisasi islam lainnya, serta beberapa pondok pesantren untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang baik. Dengan ini, diharapkan penyebaran ISIS mampu terbentengi. “Kita juga sudah berkerjasama dengan MUI (majelis Ulama Indonesia) Pusat, serta beberapa pondok Pesanteren di Indonesia mencetak para mubalighot, untuk menangkis isu radikal seperti ISIS. Sebab paham radikal seperti itu bertentangan dengan ajaran Islam serta Pancasila,” jelasnya.
Ditambahkan Abdullah, selain membantu pemerintah menolak ISIS. LDII juga siap berperan aktif dalam mendukung isu global yang tengah dihadapi saat ini. Yakni mengurangi dampak global warming. “Kita juga siap mnendukung program pemerintah pusat yang diinstruksikan Presiden RI Joko Widodo, yakni menanam 1 miliar pohon.
Sebab dengan menanam pohon, kita dapat memperbaiki lingkungan yang telah rusak akibat ulah manusia sendiri,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Bengkulu, H Meri Sasdi Jantan MPd, mengungkapkan, musyawarah ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap perkembangan organisasi selama ini. Diharapkan kedepan organisasi ini senantiasa eksis, dan dapat berperan nyata dalam mendukung pembangunan pemerintahan, namun tetap dalam kaidah islam. “Kita juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa LDII itu seperti apa. Hingga saat ini, sebagian masyarakat masih ada yang  kurang mengerti dan salah pengertian mengenai LDII. Bahkan ada yang menganggap LDII sebagai islam yang ekslusif, tertutup eksterim ataupun tuduhan negatif yang lainnya.  Kedepan, kita berharap pemikiran seperti ini bisa dihilangkan,” terangnya.
Dalam acara musyawarah yang mengambil tema “meningkatkan kualitas akhlak dan kompetensi SDM sebagai penggerak utama demokrasi dalam rangka rangka penguatan NKRI” kemarin. Tampak hadir diantaranya, Staf ahli bidang pemerintahan Provinsi Yasarlin, Anggota DPD RI, Ahmad Kanedi, Ketua MUI Provinsi Bengkulu Prof Rohimin MAg, SKPD, FKPD serta puluhan anggota LDII dari Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd yang diwakili Yasarlin, menyampaikan harapanya kepada LDII, agar dapat mengembangkan visi-misinya mendukung program pemerintah. “LDII merupakan suatu organisasi independen, yang diharapkan dapat menjadi mediator dalam mendukung semua program pemerintah. Baik program jangka panjang maupun jangka pendek. Mudah-mudahan dalam musyawarah ini menghasilkan rumusan-rumusan yang bermanfaat bagi pembangunan Bengkulu,” katanya. (135)