LDII Nyatakan Tolak ISIS

CURUP TIMUR, BE – Untuk mengantisipasi masuknya paham radikalisme dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Bengkulu. Sabtu (19/04) malam, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Rejang Lebong menggelar kegiatan dakwah sekaligus sosialisasi bahayanya aliran radikal dan ISIS bertempat di Masjid Al Fathu, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur.
Selain mensosialisasikan tentang bahaya paham radikal dan ISIS. Pihak LDII Rejang Lebong juga berkomitmen membantu TNI/Polri dalam mengungkap dan memberantas aliran radikal serta ISIS di wilayah Rejang Lebong.
“Kami siap mempertaruhkan tanah Rejang Lebong ini dengan nyawa, agar tidak sejengkalpun tanah Rejang Lebong ini dimasuki oleh paham radikal maupun ISIS,” ungkap Ketua LDII Rejang Lebong H Antoni SIP usai kegiatan.
Antoni juga memastikan tidak da anggota LDII Rejang Lebong membenarkan tindakan ekstreem yang mengatasnamakan jihad namun tidak jelas tujuannya itu. Dengan adanya kegiatan tersebut ia berharap masyrakat Rejang Lebong lebih mengenal ISIS dan tidak terjebak dalam paham radikal lainnya.
Lebih lanjut ia menjelasan, apa yang dilakukan ISIS tidak hanya menyengsarakan individu. Tetapi sangat mengganggu kenyamanan dan persatuan bangsa sehingga sangat berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat.
“Dengan melihat apa yang mereka lakukan sudah dapat dipastikan ajaran yang diterapkan ISIS bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya.,” tambah Antoni.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Rejang Lebong AKP Yun Iswandi yang menjadi narasumber dalam mengenali apa itu ISIS mengatakan, modus yang diterapkan selalu membawa-bawa nama agama Islam tentang kewajiban muslim dalam berjihad.
“Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap dugaan adanya keberadaan ISIS di Rejang Lebong ini. Kami sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan LDII, begitu juga kami harapkan sikap masyarakat di Rejang Lebong untuk menolak ISIS,” Harap Yun Iswandi.
Kegiatan sisialisasi tentang aliran radikal dan ISIS tersebut dihadiri sekitar 300 orang yang berasal dari berbagai kalangan mulai dari anggota LDII, tokoh agama, tokoh masyarakat beserta personel Intelkan Polres Rejang Lebong. Kegiatan tersebut dituutup dengan pernyataan tertulis dari LDDI Rejang Lebong terhadap paham radikal dan ISIS.(251)