Layang-Layang Besurek Mengudara

RIO/Bengkulu Ekspress LAYANG-LAYANG: Para peserta lomba layang-layang dalam rangka kegiatan Karnaval Batik Internasional berlomba menaikan layangan ke udara, Selasa (5/12).
RIO/Bengkulu Ekspress LAYANG-LAYANG: Para peserta lomba layang-layang dalam rangka kegiatan Karnaval Batik Internasional berlomba menaikan layangan ke udara, Selasa (5/12).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Memeriahkan Hari Kain Besurek ke4 tahun 2017, lebih kurang 60 layang-layang berbagai jenis dan ukuran, ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba layang-layang yang diadakan oleh Dinas pariwisata (Dispar) Kota Bengkulu di kawasan Sport Center Bengkulu, kemarin (5/12).

Dari pantauan Bengkulu Ekspress, para peserta menampilkan berbagai macam bentuk layang-layang yang mereka ikutkan dalam perlombaan ini, baik itu layang-layang berbentuk Burung, Kupu-kupu, Lipan atau Kelabang, Kapal Laut, jenis layang-layang dengung, layang-layang beranak, Ikan serta masih banyak jenis layang-layang lainnya.

Dimana dalam acara hari kain besurek, tidak sedikit para peserta dengan sengaja menjadikan kain besurek sebagai pengganti plastik layang-layang bahkan ada juga yang melukis sehingga seperti batik besurek yang identik dengan huruf arab dan bunga Rafflesia.

Beruntung, dalam pelaksanaan perlombaan layang-layang kemarin, cuaca cukup panas sehingga sangat mendukung diterbangkannya layang-layang para peserta. Namun yang menjadi kendala para peserta adalah angin yang tidak menentu sehingga cukup menyulitkan para peserta untuk menerbangkan layang-layangnya, terutama layang-layang yang berukuran besar yang sangat membutuhkan angin yang kencang. Sehingga tidak sedikit layang-layang yang akan diterbangkan terhempas ke tanah, sehingga para peserta harus berulang kali menerbangkan maupun memperbaiki bagian layang-layang yang rusak.

Sekretaris Dispar Kota Bengkulu yang juga sebagai panitia kegiatan, Yayan Alfian, mengatakan bahwa pelaksanaan sendiri diadakan untuk memberikan kesempatan bagi para pecinta layang-layang untuk menampilkan layang-layang yang mereka miliki selama ini, sekaligus memeriahkan peringatan hari Kain Besurek. “Untuk itulah kita mengadakan perlombaan ini,” jelasnya, kemarin (5/11).

Ditambahkan Yayan, ada dua kreteria penilaian dalam perlombaan layang-layang ini yaitu layang-layang akan dinilai sebelum diterbangkan baik itu bentuk, warna maupun yang lainnya. Selanjutnya penilaian ketika diterbangkan, baik itu ketika akan diterbangkan yang melihat seni dalam menerbangan, seni terbangnya layang-layang ketika sudah diudara, manufer-manufer layang-layang serta penilaian dari sisi lainnya. “Itu penilaian yang kita lakukan dalam perlombaan ini,” ucapnya.

Yayan bersyukur dalam perlombaan layang-layang ini, udara sangat mendukung dengan cuaca cerah serta angin yang cukup kencang untuk bisa membuat layang-layang diterbangkan atau dinaikan terutama layang-layang yang berukuran besar. “Memang angin berubah-ubah arah yang membuat beberapa kali para pemain harus menaikan layang-layangnya tetapi kalau sudah di atas anginnya tenang,” sampainya.

Dianggap suksesnya acara ini, Yayan menegaskan bahwa festifal layang-layang untuk selanjutnya akan dijadikan sebagai agenda rutin, terutama di setiap even-even besar. namun jika nanti memang sudah berkembang dan sudah banyak peserta layang-layang maka akan dibuat sendiri evennya.

Sementara itu, Yustina Destri dari komunitas layang-layang Bengkulu yang ikut serta dalam perlombaan mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dengan diadakannya perlombaan ini. Dimana dengan kegiatan ini dirinya bersama para pecinta layang-layang bisa menampilkan sebuah atau berbagai macam layang-layang sesuai dengan ekspresi yang mereka inginkan. “Sehingga kami bisa menyalurkan bakat kami yang sangat suka bermainlayang-layang,” ucapnya

Dalam perlombaan kali ini, Karena sangat suka dengan tantangan, Yustina bersama teman-teman membuat sebuah layang-layang yang diberi nama layang-layang beranak. Hal ini dikarnakan layang-layang yang diterbangkan dalam satu tali yang jumlahnya lebih dari satu (sebanyak 21 layang-layang).

“Layang-layangnya bisa diterbangkan bersama sama secara sejajar (bawah ke atas),” jelasnya.

Dalam menerbangkan layang-layang beranak, minimal membutuhkan lebih dari 5 orang laki-laki hal ini dikarnakan jumlahnya yang banyak, juga karena tarikan layang-layang sangat kuat sehingga jika sedikit maka bisa saja pemain bisa terserat.

“Apalagi dengan kondisi angin yang sangat kencang di Sport Center ini,” tuturnya.

Dengan kegiatan ini Yustina mewakili para pecinta layang-layang, agar pemerintah bisa selalu mengadakan perlombaan seperti ini, apalagi kegiatan seperti ini juga bisa membantu memperkenalkan Provinsi Bengkulu. “Itu yang kami harapkan terhadap pemerintah Bengkulu,” harapannya.(614)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*