Lapas Bekali Napi Keterampilan

kplpBENGKULU, BE- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkulu memberikan pembinaan kepada warga binaannya, atau nara pidana (Napi) dengan memberikan ilmu keterampilan. Seperti membuat kerajinan tangan dan lainnya, sehingga ketika bebas maka bisa menggunakan keterampilan tersebut. Keterampilan kitu dapat digunakan napi untuk mencari nafkah dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Hal ini disampaikan Kepala Lapas Kelas II A Bengkulu, FA Widio melalui Kepala KPLP, Wahyudi AMd Ip SSos MSi.

“Untuk membekali para warga binaan ini, kita memberikan mereka dengan ilmu keterampilan, seperti untuk Napi wanita membuat kerajinan kain sulam dan membuat bunga dan lainnya,” ujar Widio, kepada BE, kemarin.

Ditambahkannya, sedangkan untuk Napi laki-laki, pembinaan yang diberikan mengasah batu akik dan beternak kelinci. Sedangkan Napi anak-anak, Lapas bekerja sama dengan PKBI memberikan bimbingan belajar secara informal.

“Nantinya, hasil karya para Napi ini akan kita taruh ke galery yang ada, atau terkadang jika ada pesanana maka Napi tersebut akan membuat sesuai dengan pesanan,” imbuh Widio.

Menurut Widio, untuk bahan-bahan membuat kerajinan tangan langsung diberikan pihak Lapas. Tetapi untuk membuat sulaman biasanya para Napi wanita belajar secara autodidak. Yakni dengan belajar pada temannya yang telah bisa membuat kerajinan tersebut.

Selain dengan memberikan bekal keterampilan untuk para warga binaan tersebut, pihaknya juga memiliki program siraman rohani. Untuk yang muslim dilaksanakan pengajian setiap hari sebelum sholat Zuhur dengan mendatangkan ustadz dari luar. Sedangkan untuk non muslim diberikan kebaktian yang dilaksanakan hari Senin dan Kamis.

“Harapan kita, dengan sudah memiliki bekal selama di Lapas, mereka nantinya tidak akan mengulangi kesalahan lagi dan bisa membuka usaha sendiri,” ungkap Widio.

Untuk diketahui, saat ini penghuni Lapas Malabero berjumlah sebanyak 781 orang. Sedangkan kapasitas lapas hanya 250 orang. Dengan rincian, Napi laki-laki 326 orang, perempuan 29 dan anak 32 orang serta pemuda 89 orang. Sedangkan tahananlaki-laki 29 orang, perempuan 14 orang dan pemuda 40 orang serta anak 24 orang. Kasus yang paling banyak kriminal umum seperti mencuri dan narkoba.(927)