Lampung Juara Umum, Bengkulu Peringkat ke-9

kejurnas
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu, H Meri Sasdi Jantan MPd saat mengalungkan medali emas kepada atlet angkat besi putri asal Provinsi Lampung, Riska yang meraih juara umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO di Gedung Olahraga (GOR) Sawah Lebar, Bengkulu, kemarin (13/11). (Foto CARMINANDA/BE)

BENGKULU, BE – Provinsi Lampung akhirnya keluar menjadi juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi tingkat Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) dan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Sawah Lebar, Kota Bengkulu yang telah ditutup kemarin, (13/11).

Kejurnas Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO tersebut telah dilasanakan sejak 10 November lalu yang diikuti 15 PPLP dan SKO se-Indonesia, dengan jumlah atlet dan official 103 orang.

Sedangkan Provinsi Bengkulu mengirim 9 orang atlet terbaik, 5 Putra 4 Putri. Hasilnya, Bengkulu pun harus puas berada di peringkat ke 9.

Atlet asal Provinsi Lampung keluar menjadi juara umum setelah mengumpulkan medali terbanyak dengan total keseluruhan 20 medali. Dengan rincian, 12 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu.

Selanjutnya podisi kedua diraih atlet Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Ragunan dengan torehan 9 medali emas, 5 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Diposisi 3 ada Provinsi Riau dengan 3 medali emas, 5 medali perak, dan 2 medali perunggu, dan diposisi terakhir adalah Provinsi Irian Jaya dengan tidak memperoleh medali sama sekali. (Lihat grafis).

Tidak hanya menjadi juara umum, 2 pasang atlet dari Provinsi Lampung juga menjadi lifter terbaik dalam gelaran Kejurnas tersebut.

Ke 4 atlet itu adalah putri Nurvinata Sari dengan total angkatan 194 Kg, Bernadicta B dengan total angkatan 172 Kg, putra, M Halim Setiawan dengan total angkatan 249, dan Puryadi dengan total angkatan 192 Kg.

Selain itu, atlet putra dari Provinsi Bengkulu, Luki Antara yang memperoleh 3 medali emas juga menjadi lifter terbaik putra di posisi ke 4 dengan total angkat 228 Kg.

Dalam Kejurnas ini juga banyak rekor nasional tingkat PPLPD dan SKO yang terpecahkan. Salah satu atlet putri asal Provinsi Kalimantan Barat, Riska Oktaviana yang memecahkan rekor nasional pada kelas 63 Kg lebih dan mendapatkan medali emas.

“Alhamdulillah, terima kasih atas semua dukungan teman, keluarga, dan pelatih,” ungkap Riska yang juga peraih medali perunggu PON Jabar lalu.

Riska berhasil mengangkat total beban 204 Kg mengalahkan rekor nasional pada Kejurnas Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO yang digelar tahun lalu di Provinsi Lampung. Selain itu, atlet asal Provinsi Jawa Barat Yurifah Melsandi yang meraih medali emas dan memecahkan rekor nasional untuk kelas putri 63 Kg juga mengungkapkan kebahagiannya bisa membanggakan Provinsi Jabar.

“Ini medali ke 3 selama jadi atlet angkat besi, sebelumnya kemarin di Lampung juga mecahkan rekor juga,” ungkap siswa kelas 2 SMA tersebut.

Ketua Dewan Wasit Kejurnas Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO, Pegunan Tarigan mengungkapkan, Kejurnas yang digelar di Provinsi Bengkulu ini sudah memenuhi standard Internasional.

“Ini sudah seperti Kejuaran Internasional, lampu perwasitannya bagus, ruangan pemanasannya bagus, bangku penontonnya juga bagus dan tidak mengganggu, pelaksanaannya bagus,” ujarnya. Ia menilai, seluruh atlet yang bertanding dalam Kejurnas ini sudah baik dan ada peningkatan dari Kejurnas sebelumnya. “Karena ini atlet pemula, jadi ototnya itu belum terbentuk, jadi sering goyang-goyang belum stabil,” bebernya.

Ia juga mengungkapkan optimismenya terhadap atlet yang bertanding di Kejurnas ini akan menjadi cikal bakal atlet nasional nanti.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu, H Meri Sasdi MPd mengungkapkan, khusus untuk atlet dari Provinsi Bengkulu yang menyumbangkan medali dalam Kejurnas ini akan mendapatkan reward uang pembinaan.

“Kita akan perjuangkan reward untuk atlet kita yang sudah berprestasi, karena anggarannya ada, dan komitmen Dispora siapa pun atlet yang berprestasi wajib diberi reward,” tegasnya. Selain itu, Meri juga mengungkapkan setelah berakhirnya Kejurnas ini akan dilakukan evaluasi untuk cabang olahraga angkat besi untuk menuju kejuaran-kejuaran lain tahun depan.

“Kita akan lakukan evaluasi mulai dari proses perekrutan dan pelatihnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan 3 torehan medali emas yang disumbangkan atlet Provinsi Bengkulu itu sudah maksimal, karena menurutnya, sebelumnya memang tidak terlalu menargetkan harus menjadi juara umum melainkan hanya untuk menyukseskan Kejurnas tersebut.

“Ke depan kita akan lengkapi semua fasilitas latihan yang bisa menunjang para atlet, menu gizi mereka juga harus kita perhatikan,” pungkasnya.(cw1)