Lahan Rumah Nelayan Disiapkan

TUNJUKAN: Kades Pasar Ipuh saat menunjukan lokasi   yang siap    dibangun  perumahan  nelayan.
TUNJUKAN: Kades Pasar Ipuh saat menunjukan lokasi yang siap dibangun perumahan nelayan.

IPUH, Bengkulu Ekspress – Hingga saat ini Pemda Mukomuko dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Mukomuko, masih kesulitan untuk mencari lahan yang di peruntukan program pembangunan rumah bagi nelayan di daerah tersebut. Namun hal tersebut akan terwujud. Pasalnya, lahan yang dibutuhkan ada dan siap untuk di bangun perumahan nelayan. Lokasinya di Desa Pasar Ipuh Kecamatan Ipuh.

“Kebutuhan pemerintah untuk pembangunan perumahan bagi nelayan informasi yang saya peroleh 1,5 – 2 hektar. Lokasi di desa kami ada dan lebih dari yang dibutuhkan,” ini di tegaskan Kades Pasar Ipuh, Edi Harianto di konfirmasi Bengkulu Ekspress, kemarin.

Menurut Kades, lahan yang ada dan telah di hibahkan oleh masyarakat di desa tersebut lebih dari 10 hektar. Lokasinya terbilang bersih dan cukup strategis untuk membangun rumah nelayan tepatnya tidak jauh dari pantai di desa tersebut.

“Lahannya tidak jauh dari tempat penambatan perahu nelayan. Kemudian dekat dengan sumber air, serta juga dengan areal persawahan. Silakan OPD Perkim langsung cek ke lokasi. Lahan yang di cari-cari ada,” demikian Kades.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Mukomuko, Edi Yanto di konfirmasi Bengkulu Ekspress mengatakan, sudah sejumlah lokasi di lakukan pengecekan. Tetapi belum ada lokasi yang tepat, dan masyarakat ada minta ganti rugi. Kendati demikian, kata Edi, lahan yang di peruntukan program pembangunan rumah bagi nelayan tersebut masih dicari. Jika ada lokasi yang tepat dan sesuai dengan aturan dan juklak-juknis yang ada, akan di tindak lanjuti.

“Yang jelas jika ada lokasi dan murni hibah, ia menyarankan segera menyampaikan surat secara resmi ke OPD tersebut. Pihaknya siap turun ke lokasi untuk lebih memastikan lahan yang di butuhkan dengan luas sekitar 1,5 hektar dalam satu hamparan,” lanjut Edi. (900)