Lagi, Kasus Gizi Buruk di Rejang Lebong

 

 

gizi buruk
ARY/BE Wanda salah satu anak penderita gizi buruk yang tengah dirawat di RSUD Curup

CURUP, bengkuluekspress.com – Kasus gizi buruk kembali ditemukan di Kabupaten Rejang Lebong. Bahkan kali ini ada dua orang anak yang didiagnosa mengalami gizi buruk dan saat ini sudah dirawat di RSUD Curup.

Kedua anak malang yang menderita gizi buruk tersebut adalah Afika (5) warga Desa Balai Buntar Kecamatan Sindang Beliti Ilir dan Wanda bayi 9 bulan dari Desa Belitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi.

“Kedua anak yang menderita gizi buruk ini mulai dirawat di RSUD Curup ini sejak Senin (7/5) kemarin,” terang Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Curup, Yan Darwin.
Dijelaskan Yan Darwin, saat pertama kali masuk dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter RSUD Curup, untuk Afika hanya memiliki berat 11 Kg. Padahal menurut Yan Darwin untuk anak seusia Afika yaitu berusia 5 tahun seharusnya berat badan idealnya 18 KG. Sedangkan Wanda saat ini memiliki berat badan 5,5 Kg padahal menurutnya ideal berat badan bayi seumuran Wanda adalah 8 hingga 9 Kg.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata kedua anak ini memiliki penyakit penyerta,” papar Yan Darwin.

Untuk Afika penyakit penyerta yang menyebabkan dirinya menderita gizi buruk adalah penyakit kejang-kejang yang menyebabkan dirinya sering muntah. Sedangkan Wanda penyakit penyertanya adalah infeksi saluran pernapasan.

Kedua anak yang menderita gizi buruk tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu. Namun untuk biaya pengobatannya menggunakan kartu JKN-KIS dari BPJS Kesehatan sehingga biaya pengobatannya gratis.

Disisi lain, orang tua dari Wanda, Suherman (40) mengingkapkan saat lahir anaknya memiliki berat badan yang normal yaitu 2,8 Kg. Hanya saja dalam pertumbuhannya Wanda mengalami pertumbuhan yang lambat, meskipun saat kasat mata Wanda tidak memiliki masalah kesehatan.

“Kalau kita lihat anak kami ini sehat-sehat saja, tapi kami tak tau kalau ada masalah, namun kami berharap anak kami ini bisa terus tumbuh sebagai mana anak pada umumnya,” harap Suherman.

Wanda sendiri merupakan anak kedua dari pasangan Suherman dan Hayati. Kondisi yang dialami Wanda kemungkinan besar karena faktor ekonomi, mengingat orangtuanya yang hanya seorang petani yang memiliki penghasilan pas-pasan. (ary)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*