Lagi Asik Masak, Ada yang Datang: Mohon Maaf Bu, Kami Polisi

TENGGARONG – Jumat (23/10) pagi, Siti Rohani (25), ibu rumah tangga (IRT) tinggal di Dusun Lembonang RT 02 Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), terlihat sibuk di bagian dapur rumahnya.

Tapi sekira pukul 11.45 Wita, rumah itu kedatangan sejumlah pria muda, seketika menghentikan kegiatan Siti.

“Mohon maaf bu, kami polisi. Kami akan memeriksa kediaman ibu. Karena laporan kami terima, ibu selama ini mengedarkan narkoba jenis sabu,” ujar salah satu pria muda yang ternyata anggota Polsek Loa Kulu, membuat Siti seketika tak berkutik.

Sejurus kemudian para polisi itu menggeledah kediaman Siti. Rupanya laporan warga kepada polisi itu tak keliru. Sebab tidak lama kemudian seorang polisi menemukan barang diduga sabu, sebanyak 28 poket. Karuan saja Siti hanya bisa pasrah, mengakui barang terlarang itu adalah miliknya.

“BB (barang bukti) sabu sebanyak 28 poket itu ditemukan anggota di bagian dapur kediaman pelaku (Siti, Red). Selain juga disita pula uang tunai Rp 600 ribu dan barang lainnya, dari pelaku,” kata Kapolres Kukar AKBP Handoko, didampingi Kapolsek Loa Kulu AKP Brahma Aditya kepada Samarinda Pos (Grup JPNN).

Tertangkapnya Siti akibat mengedarkan sabu itu membuat anak perempuan semata wayangnya menangis keras. Maklum, selama ini anak perempuan berusia 6 tahun itu lebih banyak bersama Siti. Lantaran sang ayah atau suami Siti, lebih banyak berada di Samarinda untuk bekerja.

“Jangan menangis nak. Maaf mama bikin kamu sedih. Mama terpaksa menjual sabu untuk cari uang. Ternyata seperti ini akibatnya,” ungkap Siti ketika meninggalkan sang anak, karena harus menjalani proses hukum di Kantor Polsek Loa Kulu akibat tertangkap menjadi pengedar barang terlarang itu. (idn)