Laahh…. Nasabah Kehilangan Ratusan Juta di Rekening BRI

110049_403561_bri_kantorPONTIANAK – Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kalbar, khususnya di Kabupaten Landak, Ketapang dan Kota Pontianak resah.

Mereka mengaku kehilangan uang yang ditabung di bank pelat merah tersebut.

Polres Ketapang mendapat laporan pengaduan lima nasabah BRI Cabang Ketapang.

Mereka mengaku uang di rekeningnya dibobol atau dicuri. Tak tanggung-tanggung, total kerugian dari lima nasabah ini mencapai ratusan juta rupiah.

Nasabah BRI Cabang Ketapang M. Yusup mengaku kehilangan Rp 66.390.500. Afriyan Hartadi kehilangan Rp 1.969.366. Ibrahim lebih parah lagi, kehilangan uang Rp 117.300.000.

Sedangkan uang Novita raib Rp 62.812.344 dan Bernadeta Rosita Acun mengaku kehilangan Rp 61.123.123.

“Total kerugian semua nasabah BRI Ketapang Rp 309.595.333,” kata Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Putra Pratama, Kamis (3/11).

Polres Ketapang sudah menindaklanjuti laporan nasabah BRI di wilayah hukumnya. Di antaranya meminta klarifikasi pihak BRI.

“Dugaan tindak pidananya pencurian dengan pemberatan (Curat), pasal 363 KUHP Jo pasal 362 KUHP,” jelas Putra.

Kasat mengatakan, jajarannya telah melakukan beberapa langkah. Di antaranya, meminta keterangan pejabat BRI pusat.

“Kami ambil keterangan Syamsul Alam sebagai Pelaskana Divisi Sentra Operasi Bagian Pengawasan Transaksi dan Investigasi BRI Kantor Pusat,” ungkap Putra.

Putra menjelaskan, Syamsul Alam membenarkan pembobolan rekening nasabahnya.

Hal itu sesuai data pengaduan yang masuk ke BRI Ketapang oleh lima nasabah tersebut.

Pihak BRI juga mengaku telah menindaklanjuti laporan tersebut.

Mereka melakukan penelitian transaksi nasabah yang menjadi korban.

Kemudian mengonfirmasi langsung kronologis kejadian kepada korban.

“Adanya kejadian tersebut, pihak BRI mengaku tidak mengalami kerugian secara materil. Yang menjadi korban adalah nasabah. Namun BRI mengaku terdapat potensi kerugian reputasi,” jelasnya.

Sementara itu, manajemen BRI akhirnya menanggapi kerugian yang dialami nasabahnya.

Humas BRI Pusat, Fajar S. Pramono mengakui adanya laporan yang masuk ke pihaknya. “Jumlahnya mencapai 40 laporan dari seluruh Kalbar,” terangnya.

Fajar menjelaskan, saat ini BRI sudah bergerak cepat dan sedang melakukan investigasi internal secara mendalam.

Menurutnya, dugaan sementara disebabkan aksi skimming. “Jadi kami langsung bergerak untuk memeriksa seluruh ATM BRI di Kalbar,” ungkap Fajar. (rk/jos/jpnn)