Kuota Pembuatan Sertifikat Prona Naik

: Masyarakat ketika mengukur tanah miliknya, sebagai syarat untuk bisa mendapatkan sertifikat melalui Prona.
: Masyarakat ketika mengukur tanah miliknya, sebagai syarat untuk bisa mendapatkan sertifikat melalui Prona.

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Jatah kuota pembuatan sertifikat tanah melalui Program Nasional (Prona) yang menggunakan sistem Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) , untuk Kabupaten Lebong di tahun 2018, kembali meningkat. Sebelumnya di tahun 2017 hanya mendapat jatah 2 ribu persil lebih. Namun di tahun 2018
ini meningkat menjadi 4 ribu persil.

Untuk tahun 2018 ini, ada 5 desa dari Kecamatan Bingin Kuning yang akan mendapatkan jatah, yaitu di Desa Talang Kerinci, Talang Leak I dan II, Bungin dan Punguk Pedaro. Sementara untuk tahun 2017 yang lalu, di 2 Desa dan Kelurahan di Kecamatan Lebong Utara.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lebong, Nur Rahmanto melalui Kasubag Tata Usaha (TU), Indra Buana SH membenarkan jika ada 4 ribu Persil disediakan untuk pembuatan sertifikat tanah. Untuk itu di bulan Februari ini pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita akan sampaikan kepada masyarakat mengenai adanya jatah pembuatan sertifikat untuk di 5 Desa,” jelasnya, kemarin (6/1).

Dengan kembali diadakannya pembuatan sertifikat yang menggunakan sistem PTSL, maka syarat-syarat yang ditentukan seperti menyiapkan alas kaki atau bukti penguasaan tanah yang menjadi dasar pendaftaran tanah. Menyerahkan bukti setoran pajak penghasilan dari pengalihan atas hak atas tanah dan bangunan.Memasang patok tanah sesuai dengan ketentuan maupun menunjukan letak dan batas tanah.

“Itu yang harus disiapkan masyarakat pada saat kita melakukan sosialisasi nantinya,” ucapnya.
Dengan telah disiapkan semua persyaratan, maka di bulan Maret 2018 mendatang, pihaknya tinggal melakukan pemetaan ataupun pengukuran tanah sehingga penerbitan sertifikat bisa secepatnya dikeluarkan.

“Karena jika cepat, maka cepat juga penerbitan nanti,” sampainya.
Dalam pembuatan sertifikat melalui program Prona, Indra menegaskan, bahwa dalam pembuatan sertifikat tidak ada pemungutan biaya.
“Karena semuanya telah ada anggarannya, jadi kami tegaskan tidak ada biaya yang dikeluarkan,” tegasnya. (614)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*