Kamis, 13/06/2013 - 12:20 WIB
Berita Utama | beonline - Bengkulu Ekspress

Kuota Haji Dipangkas 20 Persen

RATU SAMBAN, BE -  Kabar mengejutkan datang di akhir masa pelunasan  Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji (BPIH). Pasalnya Raja Arab Saudi   mengambil kebijakan untuk  memangkas pemberangkatan kuota haji seluruh dunia ditahun 2013 ini sebanyak 20 persen. Itu artinya  untuk  kuota Indonesia akan terpangkas sekitar 40 ribu jemaah  se-Indonesia yang akan ditunda atau dibatalkan keberangkatanya.
Kabar pemangkasan kuota jemaah haji itu pun tak ditampik Kakanwil Kemenag Bengkulu, H Suardi Abbas, SH MHi didampingi Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Drs H Zahdi Taher MHi.
” Kabar itu memang  sudah terdengar, tapi kita belum menerima surat edarannya,” ungkap Kakanwil  Kemenag, H Suardi Abbas, SH MH.  Informasi keinginan pemangkasan kuota jamaah haji Indonesia pada musim haji 2013 ini didapat setelah Duta Besar Arab Saudi Musthafa bin Ibrahim al-Mubarak, menegaskan akan ada kebijakan pengurangan kuota haji untuk semua negara. Tak terkecuali Indonesia.  Pengurangan tersebut terkait adanya penyempitan lahan di Masjidil Haram karena renovasi besar-besaran yang dilakukan pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini. Tidak tanggung-tanggung diperkirakan Indonesia pun akan mendapatkan pemangkasan 20 persen dari total kuota haji Indonesia 211 ribu jamaah yang telah mendapat nomor porsi pada saat ini.Akibatnya, sekitar 40 ribu-42 ribu jamaah haji yang sudah mendapat nomor porsi untuk musim haji tahun ini terancam gagal berangkat.
Dari Informasi itu, Kemenag  sampai saat ini  masih menunggu perkembangan dari pusat. Rencananya  hari ini  dirinya didampingi Kabid PHU  akan berangkat ke Kementerian Agama RI menghadiri undangan pembahasan kuotas haji tersebut. Untuk menuju ke Jakarta, ia dan Kabid PHU akan menggenakan pesawat  Garuda. Setibanya di Jakarta akan mengikuti undangan Menteri Agama, Suryadharma Ali.  “Kita memang diundang untuk menghadiri rapat. Selain melaporkan jumlah kuota yang belum  melunasi BPIH, sekaligus membahas rencana pemangkasan kuota haji itu,” terang  Zahdi Taher.
Masih dikatakan Zahdi, saat ini  ia belum  bisa berkomentar  lebar. Pasalnya belum ada ketentuan  jumlah pemangkasan  itu. Pun begitu diakuinya jika   isu pemangkasan itu direalisasikan  di seluruh daerah  sebesar 20 persen. Maka dari  jumlah jemaah haji yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 1.614 jemaah akan ditunda keberangkatanya menjadi 320 jemaah. Ini sangat merugikan jemaah yang telah melakukan pelunasan. “Saya harap ini tidak membuat  jemaah gusar. Kita tetap berusaha  semaksimal mungkin agar tidak terjadi pemangkasan kuota di Bengkulu, dan berharap pemangkasan dapat dilakukan pada kuota-kuota daerah  kuota gemuk, ‘ terangnya.

45 CJH   Gugur
Sementara itu, hingga   ditutupnya pelunasan BPIH  pada pukul 16.00wib,   dari kuota 1.614 jemaah yang diberangkatkan, diketahui  3 jemaah  yang meninggal, dan 3 jemaah telah menyandang haji dan harus dikeluarkan dari Siskohat. Dan sisanya 39 jemaah tidak melunasi  sehingga ditotalkan  tercatat  45 CJH  yang belum melakukan pelunasan.  Tertinggi jemaah tidak melunasi BPIH ada di Kota Bengkulu sebanyak 13 jemaah, diikuti Mukomuko  sebanyak 6  CJH,  dilanjutkan Rejang Lebong 5 CJH, Bengkulu Utara 4 CJH, Lebong 3 CJH,  Bengkulu Selatan 3 CJH,  Seluma 2 CJH dan  Kaur 1 CJH.   Jumlah   jemaah yang tidak melakukan pelunasan BPIH ini lebih tinggi dibanding tahun 2012 yang hanya 18 CJH. Mereka yang tidak melakukan pelunasan, maka dinyatakan gugur  dan  pemberangkatanya ditunda  pada tahun depan. Sedangkan kuota kosong itu akan dikembalikan  menjadi kuota nasional. ” Selama pelunasan BPIH,  jumlah kurs dollar selalu bervariasi tertinggi kurs dollar dirasakan pada akhir pelunasan BPIH  dengan kurs dollar mencapai USD 9.925 atau setara Rp 33.040.325,- dan terendah pada harga USD 9.821  atau setara Rp 32.670.806.,” tukasnya.

Berangkat Tahun Depan
Saat ini Kementerian Agama (Kemenag) belum bisa memastikan nama-nama jamaah yang gagal berangkat. Namun, dipastikan bahwa kesempatan mereka untuk beribadah ke Tanah Suci tetap terjamin.
“Kepada calon jamaah yang kemungkinan akan terkena kebijakan ini maka Kementerian Agama menjamin akan kepastian mendapatkan alokasi kuota keberangkatannya pada tahun 2014,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali kepada wartawan di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Rabu (12/6).
Kemenag juga menjamin, mereka tidak akan dikenakan biaya tambahan jika terjadi perubahan terhadap biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Begitu pun sebaliknya apabila terjadi pengurangan biaya.
“Jika terjadi penurunan maka selisihnya akan dikembalikan,” ujar Suryadharma.
Lebih lanjut Ketua Umum PPP ini berharap pemerintah Arab Saudi bersedia membatalkan kebijakan pengurangan kuota jamaah. Pasalnya, antrian warga negara Indonesia yang ingin naik haji sudah sangat panjang.
“Masa tunggu jemaah haji Indonesia itu sekarang sudah 12 tahun maka bisa dibayangkan jika kuotanya dipotong, antriannya akan tambah panjang,” tandasnya. (247)

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ 9 = tiga belas

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved