Krisis Guru SMK

New_PNS

ULU TALO, BE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Seluma saat ini mengalami krisis guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Untuk mencukupinya, Dispendikbud terpaksa mendatangkan guru kontrak dari Sumatera Barat (Sumbar).

“Kita sampai saat ini memang kekurangan guru untuk pengajar SMK. Untuk mencukupi hal itu kita mengkontrak pengajar dari Sumbar,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma Muksir Ibrahim SPd kepada BE kemarin (21/11).

Meski sudah ada guru kontrak dari provinsi tetangga, Dispendik berupaya memenuhi kebutuhan guru SMK itu. Dengan mengusulkan perekrutan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Seluma dan Pemkab Seluma, namun karena tidak ada penerimaan guru SMK tentunya kebutuhan guru jurusan untuk SMK ini belum bisa dipenuhi.

Untuk saat ini guru SMK yang tersedia antara lain, guru teknik komputer jaringan (TKJ), seperti yang dibuka di SMK Negeri 5 di Telatan Semidang Alas (SA). Di Sekolah ini tenaga gurunya tersedia serta bisa memberikan pengajaran.

“Usulan kekurangan ini telah disampaiakan ke BKD. Tenaga kontrakpun kita rekrut untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun terkadang tenaga kontrak ikut CPNS maka yang bersangkutan meninggalkan SMK tempatnya mengajar,” keluhnya.

Di SMK Negeri 4 di Desa Argo Binangun Kecamatan Ulu Talo memang kekurangan tenaga guru. Pasalnya, di SMK ini hanya ada satu orang Guru PNS yang mengajar. Begitu juga di SMK Negeri 1, juga masih banyak kurang guru.

“Seluruh SMK masih kekurangan tenaga pengajar termasuk guru SMK yang jurusan otomotif mengingat kebutuhan pengajar disini memang belum terpenuhi,” terangnya.

Kedepan, Disdikbud Seluma akan bekerja sama dengan sejumlah Universitas di Kota Padang, untuk meminta sejumlah tamatan mereka agar bisa mengajar di SMK di Kabupaten Seluma. Terutama untuk jurusan otomotif, pertanian serta guru jurusan yang lainnya. (333)