KRI Silas Papare 386 Bersandar

KRI

BENGKULU, BE – Salah satu kapal perang milik Indonesia, kembali merapat di pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu.  Kali ini giliran KRI Silas Papare 386, berlabuh pada pukul 08.00 WIB, kemarin Rabu (21/10).
Kedatangan mereka ke Bengkulu, tidak ada memiliki tugas khusus, melainkan hanya untuk melakukan bekal ulang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan mengisi bahan bakar setelah berlayar selama satu minggu, untuk mengamankan wilayah perbatasan laut Indonesia.
“Kita telah berlayar selama satu minggu, sehingga perbekalan kita sudah menipis, sehingga kita berlabuh di Provinsi Bengkulu, untuk mengisi kebutuhan patroli, dimulai dari makanan, minuman/air bersih dan bahan bakar kapal,” ungkap komandan KRI Silas Papare 386, Letkol Laut (P) Agus Lukman, kemarin (21/10).
Selain untuk mengisi perlengkapan patroli, KRI Silas Papare 386, memang memiliki fungsi untuk melaksanakan operasi Traksaka Baruna 15. Operasi tersebut merupakan suatu tugas pokok untuk menegakkan kedaulatan wilayah Indonesia dan penegakan hukum di laut. Dalam o[rasi ini, KRI tidak sendirian, tetapi juga ikut serta yaitu KRI Diponogoro yang telah terlebih dahulu berlabuh di Bengkulu, kemudian KRI Susanto dan KRI Teluk Sabang.
“Ke 4 Kapal perang ini, beroprasi di kawasan laut Barat Indonesia, terkhusus untuk KRI Silas Papare bertugas untuk penegakan hukum kedaulatan di kawasan perairan Enggano dan perairan Simelu,” jelasnya.
KRI Silas Papare 386 sendiri, memiliki fungsi khusus untuk melakukan pertempuran bawah laut. Untuk mencari kapal selam yang melaksanakan pengintaian di perairan laut Indonesia atau kapal anti kapal selam. Dalam menjalankan tugasnya untuk membasmi kapal selam asing yang masuk di wilayah laut Indonesia. Dalam mendukung pencarian tersebut, KRI Silas Papare memiliki sensor Radar MR 302/Strut Curve, Radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob, ESM-4B dan Sonar MG 322T. Sedangkan untuk persenjataan dilengkapi dengan Mer 57 dan 30 mm, Mitraliur, RBU-6000-peluncur roket anti kapal selam, Bom Laut, 4 x 400 mm tabung torpedo, Chaff dan Strella AL.
“Kita telah memiliki persenjataan untuk membasmi kapal selam, pengiriman snjata api ilegal, pencurian ikan serta perbuatan melanggar hukum lainnya yang berani masuk di wilayah teritorial kita (Indonesia),” tegasnya.
Dalam patrolinya di kawasan perairan Enggano dan perairan Simelu, KRi Silas Papare sejauh ini belum menemukan pelanggaran dari kapal-kapal asing yang masuk di wilayah teritorial Indonesia. Walu tidak adanya yang melanggar, KRI silas Papare akan selalu bertugas dan menjaga laut Bagian Barat Indonesia.
KRI Silas Papare Sendiri dijadwalkan akan bersandar di pelabuhan Pulau Baai, lebih kurang selam 4 hari. “Bagi masyarakat yang ingin melihat kapal secara langsung, silahkan datang ke pelabuhan Pulau Baai,” Ajak Letkol. (614)