KPK Dalami Asal-usul Uang Suap

Bengkulu
dok/Bengkulu Ekspress HUKUM: Wilson, terpidana kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran rutin di DPPKA Kota Bengkulu tahun anggaran 2013 itu diperiksa di Lapas Kelas IIA Bengkulu.

Wilson Diperiksa KPK 5 Jam

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap hakim Tipidkor Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu Suryana, Panitera pengganti Hendra Kurniawan dan SI oknum pemberi suap.

Setelah sebelumnya KPK melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Kota (Sekda) Kota Bengkulu Marjon MPd, pada Rabu (13/9) giliran Wilson SE yang merupakan adik dari Marjon diperiksa KPK. Terpidana kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran rutin di DPPKA Kota Bengkulu tahun anggaran 2013 itu diperiksa di Lapas Kelas IIA Bengkulu.

“Hari ini (Kemarin) diagendakan pemeriksaan sejumlah saksi, di Bengkulu, yaitu Suhermi, dan Wilson, Kasmawanto, Hakim ketua dan karyawan RRRI Bengkulu,” terang Juru Bicara KPK, Feri Diansyah tadi malam.

Dia mengatakan, saksi Kasmanti tidak hadir karena ada agenda di Jakarta. Akan dijadwalkan kembali. “Terhadap saksi Suhermi, dan Wilson, penyidik terus mendalami asal-usul uang yang diduga untuk siap,” kata Fenri.

Dua orang penyidik KPK memeriksa Wilson sejak pukul 09.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Setelah selesai melakukan pemeriksaan, dua orang penyidik KPK kemudian pergi ke Polda Bengkulu menyusul penyidik KPK lain yang sudah melakukan pemeriksaan terhadap Suhermi sejak pagi hari. Pemeriksaan Wilson di Lapas Kelas IIA Bengkulu oleh KPK dibenarkan, Rudy Charles Gill Bc Ip.

“Iya memang benar, tadi saya dapat konfirmasi dari Kepala Bagian Pembinaan ada KPK datang,” jelas Rudy.

Lebih lanjut Rudy mengatakan, tidak ada permintaan lain dari KPK selain meminta Lapas menyediakan tempat untuk memeriksa Wilson. Selain itu tidak ada pembicaraan khusus pihak KPK kepada pihak Lapas. “Kita kan memang diminta oleh KPK, ya kita kasih, kita sediakan tempat dan kita fasilitasi hanya itu. Tidak ada permintaan lain, yang terpenting kita diminta untuk mempersiapkan Napi ini untuk diperiksa kita hadirkan, mereka meminta tempat kita sediakan, hanya itu saja,” imbuh Rudi.

Sementara itu, pemeriksaan juga dilakukan penyidik KPK di gedung Direktorat Reserse Kriminal Polda Bengkulu.

Sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, penyidik KPK sudah mulai memeriksa. Sekitar puku 16.30 WIB, Suhermi keluar dari ruang pemeriksaan. Tidak ada sepatah katapun yang dilontarkan Suhermi saat tanya awak media. Suhermi mengenakan jilbab warma hitam itu turun didampingi satu orang yang diduga penyidik KPK. Tidak lama setelah Suhermi turun, sekitar 4 orang penyidik KPK menyusul turun. Mereka membawa satu koper besar warna hitam yang diduga berkas pemeriksaan. Tanpa melontarkan perkataan, penyidik KPK memasukkan koper itu kedalam mobil Innova warna hitam.(167)