Kota Bengkulu dan Seluma Diterjang Banjir, Tujuh Desa dan Ratusan Rumah Terendam

rio-banjir-rendam-perumahan-wonder-residence-betungan-1
TERENDAM: Warga berupaya memindahkan kendaraannya dari dalam rumah yang terendam banjir di Perumahan Wonder Residence Kelurahan Betungan Kota Bengkulu, Rabu ( 9/11). Banjir yang dipicu buruknya drainase dan tingginya curah hujan pada selasa malam di kawasan ini mengakibatkan puluhan rumah terendam. (Foto RIO/BE)

BENGKULU, BE – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu, khusus Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma, sejak Selasa (8/11) malam, membuat 7 desa dan komplek perumahan, serta jalan raya terendam banjir.

Perumahan yang terendam banjir adalah perumahan Wonder Residence City RT 40/RW 06 Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dengan ketinggian air hingga 170 cm. Sedangkan di Kabupaten Seluma, banjir menghantam 7 desa atau ratusan rumah di Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Air Periukan.

Banjir Landa Perumahan Baru

Khusus di Kota Bengkulu, sejumlah titik dalam kota memang menjadi langganan banjir, namun yang paling parah melanda perumahan Wonder Residence, yang belum lama dibangun. Dari 30 unit rumah yang terendam, sebanyak 16 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi.

Salah seorang warga setempat, Ponijo (43) menceritakan, air mulai masuk sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa malam. Saat itu ia sedang tidur dan sadar ketika tetangga sebelah rumahnya sudah heboh teriak-teriak. Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya, karena harus menyelamatkan anaknya yang baru berusia 2 bulan.

“Pas bangun air masih sebatas lutut, karena panik jadi nyelamatin anak dulu, pas mau keluar rumah air sudah setinggi dada,” ungkap Ponijo, yang baru tinggal seminggu di rumah tersebut. Akibatnya, mobil dan barang-barang berharga miliknya terendam.

Jeni (30), warga lainnya yang terkena dampak banjir, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap developer perumahan Wonder Residence City, terkait dengan buruknya sistem drainase yang mengakibatkan banjir.

Jeni mengungkapkan, ia dan warga lainnya sudah sering komplain ke pihak developer terkait dengan drainase tersebut namun belum ada tindakan untuk memperbaiki. “Drainase katonyo ndak dibuat beton tapi belum jugo, tadi kami jugo sudah lapor ke developer, yang disalahkan gorong-gorong besak itu, kalau cak itu kami ndak ngadu ke siapo lagi,” keluhnya.

Perumahan Wonder Residence City ini merupakan perumahan subsidi yang dibangun oleh PT. Veronika Puri Angesti memiliki 30 unit rumah terdiri dari tipe 36 dan 48.

Kaswensi, Ketua RT setempat mengatakan selain karena hujan deras banjir juga disebabkan karena daerah tersebut merupakan dataran rendah, selain itu juga tidak memiliki drainase sehingga ketika hujan deras air bisa meluap.

“Air ini dari bandara, air dari Bumi Ayu ujung, terus air dari depan gudang elpiji itu semuanya tergenang di sini, karena saluran pembuangannya tidak ada,” ungkapnya.

Kaswensi menambahkan, banjir tersebut merupakan kali ketiga dalam 1 bulan terakhir. “Kalau yang kemarin-kemarin itu tidak separah ini, ini yang paling parah,” beber Kaswensi. Ia menerangkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini, namun ada 1 unit mobil, 9 unit sepeda motor, barang-barang elektronik, dan barang-barang berharga lain milik warga rusak terendam banjir.

Kadis Dinsos melalui Kasi Bantuan Bencana, Syaiful Kodri, sekitar pukul 14.30 WIB menyambangi warga korban terdampak banjir di perumahan Wonder Residence City untuk memberikan bantuan pasca panik. “Ini merupakan instruksi langsung dari kadis untuk memberikan bantuan kepada warga yang kena banjir hari ini,” ungkap Syaiful Kodri.

Bantuan ini berupa beras 100kg, selimut 14 helai, sarden 2 kotak, makanan ringan, paket sandang ada baju sekolah anak dan daster 14, perlengkapan keluarga seperti handuk 14 helai, dan matras 28. “Nanti kami berharap bisa didirikan posko bersama untuk masak, jadi seperti perlengkapan keluarga tadi itu dibagikan masing-masing 1 paket,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress hingga pukul 16.00 WIB kemarin (9/11), air masih menggenangi rumah warga namun ketinggiannya tinggal sebatas mata kaki. Warga masih terus memindahkan barang-barang berharga yang masih tertinggal di rumah, sebagian dari mereka masih tetap memilih bertahan di tempat pengungsian dan sebagian lainnya memilih untuk mengungsi ke tempat keluarganya. (cw1)

Pengembang dan PU Saling Menyalahkan

Terpisah, Agustinus, developer perumahan Wonder Residence City saat dikonfirmasi via telpon, mengatakan, permasalahan ini terjadi merupakan ketidaktanggapan dari pemerintah. Ia mengaku sudah satu tahun mengusulkan untuk perbaikan drainase namun tidak ditanggapi. “Diajukan ke kelurahan untuk penggantian gorong-gorong namun tidak ada tanggapan, jadi ya seperti inilah jadinya,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bengkulu segera memanggil pihak pengembang Perumahan Wonder Residence Betungan, terkait bencana banjir yang merendam 30 unit rumah. Pemanggilan ini untuk melakukan kajian ulang terhadap infrastruktur drainase yang menyebabkan banjir tersebut.

“Masalah pengembang itukan tidak singkron antara pengembang 1 dan 2-nya. Maka kita panggil kedua belah pihak itu besok (hari ini) untuk mengkaji ulang izin yang direkomendasikan itu,” kata Plt Kepala Dinas PU kota, Syafriandi MSi, kemarin.

Disisi lain. pihaknya mengakui izin peil banjir atau acuan ketinggian tanah untuk pembangunan perumahan tersebut dikeluarkan oleh Dinas PU Kota. Hanya saja, menurut Andi, hal ini terjadi di luar dugaan bahkan kesalahan disinyalir akibat kelalaian dari pihak pengembang itu sendiri yang tidak teliti mengikuti izin rekomendasi yang dikeluarkan Dinas PU.

Ditambah lagi, pertimbangan terhadap kondisi dahulu dengan sekarang terjadi perubahan-perubahan sesuai dengan tahap pembangunan di Kota Bengkulu.

“Yang jelas surat yang dikeluarkan Dinas PU tidak salah. Tapi kondisi yang sekarang ini harus disesuaikan dengan izinnya. Kadang-kadang pihak pengembang ini beda persepsi, makanya harus diluruskan,” terangya.

Menindaklanjuti kerugian yang dialami masyarakat tersebut, Andi menyatakan akan bertindak cepat, terutama untuk merombak kembali struktur drainase di perumahan tersebut. Tak hanya itu, untuk persiapan jangka panjang pihaknya juga telah merencanakan untuk pembuatan jembatan kali baru di daerah Padang Serai.

“Jadi saat ini kita sudah rencanakan untuk dibangun 2017. Seperti jembatan kali baru di Padang Serai. Mungkin juga dari segi badan jalannya juga kita lebarkan kalau hasil kajian kita nanti memungkinkan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Bengkulu, Budi Haryanto MSi mengatakan, dari segi perizinan pihaknya hanya mengeluarkan izin RT/RW sesuai dengan peruntukan. Sementara, peil banjir merupakan rekomendasi dari Dinas PU. Namun demikian pihaknya juga akan memperhitungkan kembali dan merekomendasikan Dinas PU maupun pihak pengembang untuk menyiapkan infrastruktur sesuai tingkat kebutuhan sekarang.

“Tentu kita rekomendasi untuk infrastruktur yang lebih memadai untuk menanggulangi banjir itu. Tapi kita juga tidak sendiri tentunya ada Dinas PU yang lebih memfokuskan masalah itu, kita hanya memfasilitasi peruntukannya saja,” beber Budi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Ir Mulyani menambahkan, dari hasil peninjauan saat ini terdapat sekitar 15 titik banjir, seperti kawasan Padang Serai mulai jembatan sampai ke rumah potong hewan, kemudian jembatan kali baru, daerah Jalan Bumi Ayu 8, kemudian kawasan depan SPBE Betungan.

Sementara di daerah Kecamatan Gading Cempaka titik banjir terdapat di Jalan Barito, Jalan Gandaria, kemudian Kelurahan Pagar Dewa khususnya daerah Sungai Rupat. Tanjung Agung, Tanjung Jaya. “Diperkirakan sekitar 70-an KK, dan banjir ini memang dialami oleh daerah yang memang sudah langganan, malah saat ini bertambah di daerah Padang Serai Desa Kandang,” ungkap Mulyani.(cw1/805)

Data Korban Banjir RT 4O RW 06 Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu

NO NAMA KERUGIAN
1 Ponijo – 1 unit mobil sedan Mazda
1 Sepeda Motor Honda Tiger
Barang-barang rumah tangga

2 Edi Barang-barang rumah tangga
3 Iswanto Barang-barang rumah tangga
4 Atung 1 unit sepeda motor Honda Beat
5 Deni 1 unit Sepeda motor Yamaha Mio
6 Totok 1 unit motor Supra
1 unit motor Beat
1 unit motor Yamaha Mio
7 Narko Barang-barang rumah tangga
8 Wahyu 1 unit motor Yamaha Mio
9 Wawan 1 unit motor Yamaha Mio
10 Pak Marlin 1 unit motor Revo
11 Agusti Barang-barang rumah tangga
12 Septi Barang-barang rumah tangga
13 Alok Barang-barang rumah tangga
14 Yayan Barang-barang rumah tangga
15 Tono Barang-barang rumah tangga
16 Kastini Barang-barang rumah tangga

SUMBER : Ketua RT RT 4O RW 06 Kelurahan Betungan

Lokasi Banjir di Kota Bengkulu
1. Kecamatan Kampung Melayu, meliputi Padang Serai mulai jembatan sampai ke rumah potong hewan, kemudian jembatan kali baru, daerah Jalan Bumi Ayu 8, kemudian kawasan depan SPBE Betungan.
2. Kecamatan Gading Cempaka di Jalan Barito dan Jalan Gandaria.
3. Kecamatan Selebar di Kelurahan Pagar Dewa khususnya daerah Sungai Rupat.
3. Kecamatan Sungai Serut di kawasan Tanjung Agung dan Tanjung Jaya.

SUMBER : BPBD Kota Bengkulu