Korupsi Dana Desa, Kades dan Istri Ditahan Kejari Bengkulu Utara

JULIAN/Bengkulu Ekspress Tampak penyidik Kejari Bengkulu Utara saat hendak membawa Kades Lubuk Tanjung, Supriadi dan Istri menuju Lapas Kelas IIb Arga Makmur, Selasa sore (14/11).
JULIAN/Bengkulu Ekspress Tampak penyidik Kejari Bengkulu Utara saat hendak membawa Kades Lubuk Tanjung, Supriadi dan Istri menuju Lapas Kelas IIb Arga Makmur, Selasa sore (14/11).

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress– Setelah melakukan gelar perkara dalam dugaan kasus korupsi Dana Desa (DD) Lubuk Tanjung Kecamatan Air Napal. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Utara, akhirnya menetapkan 2 tersangka. Keduanya, yakni Supriadi selaku Kades dan sang istri, Zaitusmawati selaku bendahara desa.

Bahkan, usai gelar perkara di Kantor Kejari, Selasa sore (14/11). Kedua tersangka langsung digelandang penyidik menggunakan mobil Toyota Avanza menuju Lapas Kelas IIb Arga Makmur.

”Keduanya terbukti menyalahgunakan jabatan kades dan bendahara untuk mencari keuntungan sendiri,” ujar Kajari Bengkulu Utara, Fatkhuri SH melalui Kasi Pidsus, Dodi Junaidi SH kepada Bengkulu Ekspress ditemui, Selasa (14/11).

Berdasarkan berkas perkara penyidikan, pasangab suami istri (Pasutri) ini telah merugikan negara sebesar Rp 299.421.321. Kerugian itu dari pengelolaan Dana Desa sejak tahun 2015 hingga 2016 dengan total anggaran Rp 1,3 Miliar.

Dengan rincian kerugian negara, yakni melakukan pemahalan harga (markup), dengan total Rp 46.564.860. Selanjutnya, pemotongan belanja kegiatan dengan pengeluaran fiktif sebesar Rp 144.005.502. Kemudian, pemalsuan pertanggungjawaban (SPj) dengan total Rp 65.351.864. Terakhir, setoran pajak yang belum dibayarkan Rp 43.499.094.

”Total kerugian negara secara keseluruhan lebih dari Rp 299 juta. Dengan berbagai modus penyelewengan yang dilakukan,” ungkapnya.

Pasutri ini, disangkakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU no 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

”Penahanan penyidik selama 20 hari, terhitung dari 14 November hingga 3 Desember 2017 di Rutan Arga Makmur,” pungkasnya.(Jul)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*