Korsleting Listrik, Rumah Ludes Terbakar

LUDES  Kondisi rumah Ujang yang ludes dilalap si jago merah,  JumÆat (910

KAUR SELATAN, BE– Kebakaran hebat kembali terjadi di Kabupaten Kaur, kali ini kobaran api meluluhlantakan bangunan permanen di Desa Tanjung Besar. Kali ini merupakan bangunan jasa servis elektonik “Minang Service” yang terdapat di desa itu ludes terbakar. Bangunan dengan luas sekitar 10 x 20 m tersebut hanya menyisakan puing bangunan. Meski begitu beruntung penghuni rumah Ujang (45) bersama anak istrinya selamat dari maut.

Hanya saja rumah yang mereka kontrak dari Sobri (38) tersebut luluh lantak dilalap si jago merah, akibat kejadian itu pemilik rumah dan juga pemilik usaha servis diduga mengalami kerugian tak kurang dari Rp 200 juta.

“Semuanya habis tidak ada yang bisa diselamatkan, karena waktu kejadian itu api begitu cepat membesar,” ujar Ujang kemarin.

Peristiwa kebakaran yang mengagetkan warga sekitar itu terjadi sekitar pukul 04.10 WIB Jumat (9/10) dini hari kemarin. Api diduga berasal dari ruang servis elektronik yang terdapat di samping kamar tidur mereka, diduga kuat terjadi lantaran korsleting listrik. Setelah api menjalar di ruangan tersebut dengan beringasnya melalap bangunan permanen serta menggasak seluruh perabot rumah tangga dan alat jualan milik korban.

Selain puluhan TV dan barang elektronik lain milik korban, api juga menggasak dua unit motor yakni Honda Vario dan Revo ikut pula menjadi besi tua. Api baru dapat dipadamkan setulah dua unit pemdam kebakaran dikerahkan di lokasi.

“Saat saya bangun api sudah membumbung tinggi saya langsung keluar dari rumah sambil membangunan anak-anak saya,” tutur bapak lima anak itu.
Sementara itu, Kapolres AKPB Bambang Purwanto, SIK yang memantau lokasi kebakaran mengatakan, hasilnya, diduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik dari kamar korban. Namun, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran ini.

“Dugaan sementara, titik api berasal dari korsleting listrik pada stop kontak di kamar tempat tidur korban, dan untuk ditaksir mencapai Rp 200 juta,” tandasnya.(618)