Korban Tewas Polisi “Koboi” Bertambah

Brigadir K Layak Gunakan Senjata api

Korban tembak polisi
Partiyana (30) istri Indrayani korban meninggal dunia akibat tertembak peluru petugas dari Sabara Polres Kota Lubuk Linggau. (Foto MANSUR/BE).

SINDANG KELINGI, BE– Korban tewas penembakan oleh oknum Polisi berinisial K yang bertugas di Sabara Polres Kota Lubuklinggau, bertambah. Sebelumnya hanya Surini (50) istri Kaswan yang tewas, kini anaknya, Indrayani (30) warga Desa Belitar Muka juga mengembuskan nafas terakhir setelah sempat di rawat di RS Palembang karena luka tembak di deritanya.

Korban dikabarkan meninggal dunia di RS Kota Palembang pada Selasa (24/4) kemarin sekitar pukul 04.00 WIB. Pihak kelurga mendapat informasi melalui Kepala Desa Belitar Muka Bahoni sekitar pukul 07.00 WIB pagi.

Indrayani meninggalkan satu istri dan 3 orang anaknya masih kecil-kecil, satu putra dan 2 putir yakni Dio (10) kelas 4 SD, Dian (8) kelas 2 SD, dan Dita (4).

Ratusan tamu pelayat datang ke rumah duka semejak pagi hingga siang hari menunggu kedatangan jenazah korban yang di bawa menggunkan ambulance dari Kota Palembang .

Dimata keluarga Indrayani sosok pria bertanggung jawab terhadap kelurga dan penurut dan tidak banyak neko-neko. Kegiatan pria 3 anak ini hanya berkebun kopi dan menyadap aren. Sehingga kepergianya sangat dirasakan sekali oleh pihak kelurganya terutama sang istri tercinta Partiyana.

“Ya saya sangat sedih, jangka waktu 6 hari belum 7 hari ibu mertua ini saya harus kehilangan sang suami tercinta. Kami harap supaya hukum ini ditegakan seadil-adilnya dan bagi yang bersalah mendapatkan hukuman yang setimpal,” kata sang istri sambil menangis .

Dari pantuan BE di lapangan, sebelum tibanya jenazah Indrayani dari Kota Palembbang yang di bawa menggunakan mobil ambulance, Danrem 041 Gamas Bengkulu Kolonel inf Andi Muhamad juga datang ke rumah duka.

Sebelum kedatangan Danrem Dandim 0409 RL Letkol Kav Hendra Setiawan Nuryahya SH, Kapolres RL AKBP Napitupulu Yogi Yusup, Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga, Wakil Bupati RL IQbal Bastari juga datang ke rumah duka Indrayani yang berjarak kurang lebih 500 meter dari rumah Kaswan.

Selain itu, dari pantuan media ini di jalan Lintas Curup Lubuklinggau di sekitaran lokasi rumah duka terlihat banyak sekali warga yang datang, baik melayat maupun duduk di teras rumah warga.

Sementara itu ,puluhan anggota TNI baik dari Koramil 409-03 PUT dan Koramil Binduriang juga berda di lokasi serta terlihat juga anggota TNI dari Bataliyon 144 Curup juga ada di lokasi sekitaran rumah duka. Rencanaya jenazah Koran akan di kuburkan sore ini juga, namun hingga pukul 16,00 wib jenazah korban belum juga tiba di rumah duka
Terpisah, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, dari hasil tes psikologi terhadap Brigadir K yang menembak satu keluarga di dalam mobil di kota Lubuk Linggau, dilaporkan layak menggunakan senjata api. Dua korban meninggal karena peluru Brigadir K.

“Melalui psikotes dan psikologi memang yang bersangkutan layak menggunakan senjata api,” kata Agung, kemarin (24/4)

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan awal, Brigadir K bermaksud hendak menghentikan mobil Honda City yang dikemudikan Gatot alias Diki (30). Penghentian ini dilakukan terkait adanya razia di Jalan Linggar Selatan, tepat di depan SMA 5, Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, kota Lubuklinggau, pada 19 April 2017 kemarin.

“Maksudnya hanya memberhentikan,” ujar mantan Kakorlantas tersebut.

Sejauh ini, proses hukum terhadap Brigadir K masih berlanjut dalam tahap pemeriksaan oleh Bidang Pengamanan dan Profesi (Bidpropam) Polda Sumsel. “Saya janji, proses hukum tetap berjalan dan dilakukan secara transparan,” kata Agung.(222)