Korban Tenggelam Sulit Diidentifikasi

Foto Rio//BE
Foto Rio//Bengkulu Ekspress

Polda Gelar Simulasi Penanganan DVI

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Polda Bengkulu melalui Biddokes menggelar simulasi Disaster Victim Identification (DVI) guna meningkatkan peran DVI dalam mengindentifikasi korban pasca sebuah insiden atau bencana.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota Dokkes Polda Bengkulu yang berlangsung di halaman hotel Grage Horizon Bengkulu, kemarin (18/5).

Dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Dokkes RS Bhayangkara Polda Bengkulu, AKBP dr Yolie Diana Koesnin mengatakan korban tenggelam merupakan yang tersulit untuk mengetahui identitasnya atau status DVI-nya.

“Setiap bencana akan kita terapkan simulasinya, tetapi jika berkaca dari pengalaman, korban tenggelam merupakan kasus yang DVI-nya sangat sulit dilakukan karena baik sidik jari maupun sel-sel lainnya sudah hancur,” terangnya.

Selain itu, simulasi ini dilakukan agar terwujud keseragaman pemahaman dan persepsi tentang prosedur dan penanganan DVI dalam melakukan proses identifikasi terhadap korban bencana alam sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

“Maka dilakukan sosialisasi mengingat DVI sangat penting dalam mengidentifikasi korban bencana,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia menjelaskan, bahwa simulasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman secara menyeluruh terkait prosedur DVI dalam  penanggulangan identifikasi korban bencana kepada para personel kesehatan Polri dan DVI Polri maupun tim DVI Instansi terkait lainnya.

“Pemahaman menyeluruh terkait prosedur DVI ini sangat penting dan harus benar-benar diketahui prosedurnya karena ini menyangkut korban yang merupakan manusia,” ucapnya.
Dikatakanya, peningkatan kemampuan dalam bidang operasi DVI menjadi sangat perlu karena memang Provinsi Bengkulu rawan bencana terutama bencana gempa, longsor dan banjir.

“Hal ini berguna untuk melatih kesiagaan para petugas DVI untuk tanggap bencana di Bengkulu terutama bencana yang ekstrem yang sering terjadi di Bengkulu,” ujarnya.
Dijelaskannya, dalam simulasi ini, masing-masing anggota DVI harus mengetahui langkah-langkah dalam melakukan prosedur DVI seperti tim bagian pengambilan foto, tim pemberian tanda bendera atau pencari identitas dan tim pembuat sketsa.

“Kita di sini juga memberikan pengetahuan tentang alat-alat yang digunakan tim DVI seperti bendera warna orange untuk tubuh atau jazad korban, dan bendera warna hijau untuk barang bukti seperti tas, sepatu dan baju, hal tersebut untuk mempermudah proses identifikasi itu sendiri,” terangnya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan simulasi ini anggota Bid Dokes Polda Bengkulu bisa menjadikan personel yang handal dan semakin tanggap serta mampu meningkatkan kemampuan serta kinerjanya saat berada di lapangan.

“Kita berharap kegiatan ini menjadi modal besar bagi personel DVI agar lebih mampu mengidentifikasi korban bencana dengan cepat dan tepat agar kinerja semakin meningkat dan identifikasi korban pun bisa secara pasti kebenarannya,” tutupnya. (529)