Korban Hanyut Ditemukan Tewas

pemakaman bocah hanyutBENGKULU, BE – Dika Noprian Pratama (5), bocah yang hanyut terserat arus sungai dekat rumahnya, sekitar pukul 06.50 WIB (31/3), kemarin ditemukan dalam keadaan tewas.
Jasad korban pertama kali ditemukan Riskan (41), penjaga kolam renang Raflesia dalam keadaan terlentang di pertigaan aliran sungai dan muara, tepatnya di sebelah kolam renang tersebut.
“Pada saat hendak pergi ke tempat kerja, tiba-tiba saya melihat jenazah ditepi sungai yang tengah surut dalam posisi terlentang. Kondisi Jenazah masih dalam keadaan utuh,” jelas Riskan kepada BE.
Selanjutnya, Riskan bersama tim dari Basarnas, PBK, SAR dan masyarakat sekitar langsung membawa jenasah ke rumah duka di Jalan Cempaka RT 07 RW 3, Kebun Beler.
Orang tua korban tak kuasa saat melihat jenazah anak semata wayangnya dan langsung histeris sembari memeluk jenazah korban. Akhirnya, semua keluarga korban langsung memandingkan jenazah dan mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.
“Tadi sudah dikebumikan sekitar jam 10.00 WIB, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keramat Anggut Kelurahan Penurunan,” jelas ayah korban, Efriyudi (37).
Menurut Efriyudi, korban tercatat sebagai murid TK Uq quah di Kelurahan Kebun Beler. Memang dalam keseharian korban dikenal sebagai anak yang periang dan pandai bergaul.
Sehingga rumahnya ramai dikunjungi teman – temannya untuk bermain. Namun saat ini, keluarga harus kehilangan anak semata wayangnya. Namun keluarga sudah ikhlas untuk melepas korban walaupun berat.
“Sungguh berat kami menerimanya, anak semata wayang kami harus mendahului meninggalkan kami. Tapi apa hendak dikata, mungkin ini adalah ujian bagi kami,” tutur Efriayadi sambil mengusap mukanya.
Pantauan BE saat mengunjungi rumah duka, terlihat sangat ramai didatangi oleh keluarga korban. Dari malam sebelum korban ditemukan, hingga jenazah ditemukan para keluarga dan masyarakat tampak berduyun-duyun berdatangan untuk ikut bela sungkawa.(Cw2)