Kopi Sambung Atasi Paceklik

Doni/Bengkulu Ekspress PRAKTEKKAN: Bupati Kepahiang, Hidayatullah Sjahid MM bersama Ketua Kimbun Kepahiang, A Main saat mempraktekkan pembuatan kopi sambung di lahan perkebunan warga Desa Daspetah I Kecamatan Ujan Mas.
Doni/Bengkulu Ekspress PRAKTEKKAN: Bupati Kepahiang, Hidayatullah Sjahid MM bersama Ketua Kimbun Kepahiang, A Main saat mempraktekkan pembuatan kopi sambung di lahan perkebunan warga Desa Daspetah I Kecamatan Ujan Mas.

Bupati Kerpahiang : Petani Bisa Panen Sepanjang Tahun

UJAN MAS, Bengkulu Ekspress – Program peremajaan kopi melalui teknologi penyambungan akan dapat mengatasi persoalan paceklik. Sudah menjadi kebiasan rutin di Kabupaten Kepahiang setiap usai panen raya kopi masyarakat menghadapi masa paceklik. Karena hasil panen tidak mencukupi kebutuhan masyarakat untuk kebutuhan setahun penuh. Kondisi tersebut dipahami Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang hingga mencanangkan program kopi sambung agar dapat meningkatkan hasil panen petani kopi di daerah tersebut.

Bupati Kepahiang, Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM dalam launcing kopi sambung, pada Sabtu (12/8) di Desa Dapestah I Kecamatan Ujan Mas mengatakan, jika program kopi sambung sukses dan target 4 juta hingga 8 juta batang kopi di Kabupaten Kepahiang terealisasi maka kondisi paceklik pasca musim panen tidak akan ada lagi.

“Karena selama ini panen kopi hanya satu tahun sekali, masa panen berlangsung sekitar 3 bulan, maka 6 bulan kemudian kita menghadapi masa paceklik. Dengan kopi sambung tidak ada lagi paceklik, karena penen masyarakat petani akan penen sepanjang tahun,” ujar Bupati.

Dengan lahan perkebunan seluas 24.000 hektar tersebar didelapan kecamatan, maka program kopi sambuang ditargetkan dapat mensejahterakan 96.000 orang warga Kabupaten Kepahiang. Perhitungan diambil, bila satu hektar lahan dikelola orang satu keluarga petani dengan jumlah 4 orang.

“Asumsi kita, jika satu hektar lahan dikola satu keluar petani dengan jumlah anggota 4, maka 24.000 hektar dapat mensejahterakan 96.000 orang. Itu jumlah sudah lebih dari separoh masyarakat Kabupaten Kepahiang,” ungkap Bupati.

Konsentrasi pemerintah untuk pengembangan sektor pertanian kopi sangat tinggi, di APBD 2017 pemerintah mengalokasikan anggaran dana untuk peremajaan 95.000 batang kopi melalui teknologi sambung.

“Di APBD Peruabah kita anggarkan untuk 75.000 batang, dan ditahun 2018 dianggarkan untuk 1 juta batang,” tegas Bupati.

Malalui kopi sambung hasil panen masyarakat dapat mencapai 1 ton hingga 2 ton perhektarnya. Lebih tinggi dibanding kopi biasa yang dikelola masyarakat saat ini, karena dalam satu hektar masyarakat hanya mampu menghasilkan 500 kg hingga 800 kilogram. Keadaannya panen hanya satu kali dalam satu tahun, kondisi tersebut sangat menyulitkan masyarakat sebab pasca panen ada jedah waktu 6 bulan hingga 8 bulan yang harus dilalui warga sampai akhirnya panen kembali. “Sedangkan untuk kopi sambung, maka panennya bisa sepanjang tahun, sehingga masyarakat tidak mengalami pacekli lagi,” tutur Bupati.

Untuk meningkatkan pembuatan kopi sambung, pemerintah membentuk Kawasan Industri Masyarkat Perkebunan (KIMBUN) Kopi. Bertugas untuk memberikan ketrampilan kepada masyarakat untuk pembuatan kopi sambung, sehingga seluruh lahan perkebunan kopi dapat menerapkan kopi sambung.

Launcing pembuatan kopi sambung sudah dilaksanakan Pemkab Kepahiang di Desa Daspetah I Kecamatan Ujan Mas, dengan dihadari jajaran kepala OPD hingga masyarakat Kepahiang. (320)