Kopi Bisa Menjadi Bagian dari Gaya Hidup Sehat?

Kopijpnn.com, JAKARTA – Tidak ada yang lebih nikmat daripada minum kopi di pagi hari. Dua penelitian besar baru mengkonfirmasi beberapa cangkir kopi hangat setiap hari bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

Minum kopi, baik berkafein atau tanpa kafein telah dikaitkan dengan penurunan risiko kematian ketika para periset mengikuti ribuan orang dari berbagai ras dan orang yang tinggal di berbagai negara dalam studi terpisah, hal ini menurut studi yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine.

Aasupan kopi harian moderat, yang didefinisikan sebagai tiga sampai lima cangkir atau tidak lebih dari 400 mg kafein tidak terkait dengan efek kesehatan yang merugikan pada orang dewasa dan bisa dimasukkan ke dalam makanan sehat.

“Pesan utamanya adalah orang bisa minum kopi dan sepertinya tidak ada kerugian jangka panjang,” kata seorang profesor di Fakultas Kedokteran Keck USC, Veronica Setiawan, seperti dilansir laman Today, Rabu (30/8).

Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Penelitian sebelumnya telah menemukan bukti bahwa kopi baik untuk Anda, meningkatkan kesehatan hati dan berperan dalam mencegah kanker.

Namun sebagian besar penelitian berfokus pada orang-orang Kaukasia, jadi salah satu makalah baru secara khusus melihat pengaruh kopi pada populasi lain dan meneliti lebih dari 185.000 orang Amerika Afrika, Amerika Jepang, Native Hawaiians, Latin dan kulit putih selama 16 tahun.

“Populasi non-kulit putih memiliki gaya hidup dan risiko yang berbeda, jadi penting untuk mempelajarinya dan melihat apakah peneliti bisa melihat pola serupa,” jelas Setiawan.

Sekali lagi, konsumsi kopi yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah pada semua kelompok ini, kecuali untuk penduduk asli Hawaii.

Secara keseluruhan, orang yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko 18 persen lebih rendah untuk meninggal.

Sementara itu, sebuah studi tentang konsumsi kopi di 10 negara Eropa juga menyarankan minum lebih banyak kopi karena telah dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah, terutama akibat penyakit pencernaan dan peredaran darah.

Analisis tersebut mencakup penelitian pada lebih dari 520 ribu orang, dari Denmark, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Mereka juga diikuti selama 16 tahun.

Efek kopi yang menguntungkan tidak berbeda-beda di setiap negara.

“Jumlah kafein dalam kopi sepertinya tidak menjadi masalah dalam penelitian keduanya. Ada ribuan senyawa aktif biologis dalam kopi, termasuk antioksidan dan tidak ada yang tahu mana yang menjelaskan hubungan pelindung tersebut,” pungkas Setiawan.(fny/jpnn)