Komunitas Ayo Menulis Bengkulu: Aktif Kampanyekan Hobi Menulis

Semua Pekerjaan Butuh Keahlian Menulis

kamb
SEMANGAT: Ketua Komunitas AYO Menulis Buku saat menjelaskan manfaat membaca pada acara “Mbaco Kito Cik” kepada anak-anak di Jl. Sungai Hitam, Beringin Raya, Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu (28/11). (Foto REWA/BE).

Upaya membudayakan untuk gemar menulis, di berbagai kalangan terus bergeliat dan semakin populer.Hal itu terlihat dari tumbuhnya komunitas penggerak untuk semangat menulis. Berikut liputannya;

Rewa Yoke D, Kota Bengkulu

SEMANGAT menulis pun tumbuh seperti mekar bunga di musim semi. Salah satu bukti maraknya penggerak untuk mengkampanyekan hobi menulis di Bengkulu adalah dengan munculnya Komunitas Ayo Menulis Bengkulu (KAMB) pada akhir tahun 2014 tahun lalu.

Komunitas yang sudah beranggotakan lebih dari 500 orang ini, baik penulis Bengkulu bahkan penulis yang berprofesi sebagai TKI di Singapura, Thailand, Hongkong, dan Taiwan ini digagas oleh Ira Diana SPd.

Ia merupakan seorang guru yang berprestasi di tingkat nasional. Seorang penulis dan novelis yang produktif. Baru-baru ini beliau diminta untuk bekerja di badan sensor film yang ada di Jakarta.

Komunitas ini didirikan dengan tujuan sebagai wadah bagi para pecinta dunia tulis-menulis, terkhusus untuk yang berada di Bengkulu. Komunitas ini kerap kali memuat berbagai informasi sehubungan dengan dunia kepenulisan.

Sesama anggota komunitas seringkali saling bertukar informasi mengenai dunia kepenulisan. Komunitas ini juga menjadi tempat berbagi dan diskusi terbuka mengenai dunia penulisan. “Komunitas ini didirikan bagi semua penulis baik senior maupun pemula guna menjadi wadah bagi kita semua untuk saling berbagi informasi dan bertukar pikiran mengenai dunia tulis-menulis khususnya bagi penulis Bengkulu” Ujar ujar Elvi Anshori (40) selaku ketua KAMB Provinsi Bengkulu, kemarin, (28/11).

Aktivitas menulis memberikan banyak sekali manfaat. Disemua bidang dan kalangan pekerjaan semua memerlukan keahlian dalam menulis. “Hampir tak ada bidang pekerjaan yang tak membutuhkan kegiatan atau keterampilan menulis,” katanya.

Di kalangan akademisi seperti guru dan dosen, menulis karya ilmiah dan jurnal internasional merupakan sebuah kewajiban. Akan tetapi, bagi sebagian orang menulis itu tak mudah.

Alasan utama yang kerap dilontarkan adalah kesibukan sehingga merasa tak ada waktu untuk berlatih menulis. “Pertanyaan yang sering muncul di benak kita saat hendak menulis, topik apa ya yang cocok?” tuturnya.

Pada pokoknya, segala hal yang seru dan menarik bisa dijadikan topik dalam menulis. Namun, selama 24 jam pasti ada celah atau kesempatan untuk meluangkan diri menulis. Contohnya, memilih waktu menulis pada dini hari setelah bangun malam atau menjelang subuh.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa komunitas ini terbuka untuk umum terutama bagi siapa saja yang mencintai dunia menulis atau bahkan bagi semua yang berminat untuk memulai menulis.

“Bagi siapa saja ynag berniat bergabung dengan komunitas ini dapat mendatangi sekretariatnya di jalan M.Hasan II RT V RW 2 kelurahan Pasar Baru Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu,” katanya.

Ia berharap dengan adanya Komunitas Ayo Menulis Bengkulu ini dapat meningkatkan minat menulis bagi anak-anak khususnya remaja yang saat ini sangat jarang memiliki hobi menulis.

“Harapan kami dengan adanya komunitas ini dapat melahirkan generas-geneasi baru yang gemar menulis, karena menulis adalah salah satu cara kita untuk memulai kemajuan suatu bangsa” Tutupnya.(**)