Kolam Renang Maut

KOLAM MAUT: Para korban  yang tenggelam saat dilarikan ke Puskemas Bintuhan, dan juga polisi saat melakukan olah TKP, Minggu (4/2)
KOLAM MAUT: Para korban yang tenggelam saat dilarikan ke Puskemas Bintuhan, dan juga polisi saat melakukan olah TKP, Minggu (4/2)

Tiga Pelajar Tewas

KAUR SELATAN, Bengkulu Ekspress– Nasib tragis dialami tiga siswa Sekolah Dasar (SD) bernama Nurwidya (11), Zahara Nurhayati Salsabila (11) dan Cici Paramita (11), Warga Desa Air Dingin Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur.

Ketiga siswi ini tewas tenggelam saat berenang di kolam renang Taman Benika (TB), Minggu (4/2) sore. Ketiganya meninggal dunia sekitar satu jam setelah dilarikan ke Puskesmas, lantaran terlalu banyak kemasukan air kolam renang milik Pemkab Kaur yang dikelola oleh pihak ketiga itu.

“Kalau kejadian persisnya saya tidak tahu, tiba-tiba saya melihat korban sudah diangkat dari kolam renang,” kata Asten (45), saksi mata yang sempat melarikan korban ke Puskemas Bintuhan, kemarin (4/2).

Data terhimpun Bengkulu Ekspress, peristiwa tragedi kolam maut ini bermula pada sore kemarin ketiganya yakni Nuwidiya yang masih duduk di bangku sekolah kelas lima SD 14 Kaur, Zahara kelas lima SD 14 Kaur dan Cici kelas tiga SD 1 Kaur, yang berdampingan rumah pada saat itu sekitar pukul 15.00 WIB berniat mandi di kolam renang TB. Kemudian ibu Cici Dania (40) mengantar ketiganya ke kolam renang tersebut.

Setelah diantar ibunya pulang dan ketiga siswi ini berenang di kolam renang yang bagian dangkal dengan kedalaman 1 meter. Saat saksi keluar sejenak dan kembali ingin ke kolam, ia kaget ketika melihat korban tidak ada lagi. Lalu menanyakan kepada penjaga Astin (18) kolam, ia juga tidak tahu. Dengan spontan, Ia langsung mencebur ke kolam dan mencari keberadaan korban.

Akhirnya ketiga korban langsung ditemukan dalam air kolam. Ia nerusaha membantu memberikan pertolongan bersama dengan pengunjung lain. Kemudian langsung membawa korban ke Puskesmas Kaur Selatan, ditangani Dr Dewi yang sedang piket. Namun sayangnya nyawa ketiga korban tak dapat di selamatkan.

“Korban meninggal itu semuanya saat dilarikan ke Puskemas, dan jaraknya antara sekitar 16.45 WIB, dan waku diselamatkan memang sudah tidak sadarkan lagi, mungkin tenggelam itu sudah lama,” ujarnya.

Sementara itu, tenggelamnya tiga pelajar putri yang berdampingan rumah itu, dibenarkan Kapolres Kaur, AKBP Prianggodo Heru Kunprasetyo SIK didampingi Kapolsek Kaur Selan Iptu Surya R Purnama SH melalui Kanit Reskrim Bripka Deki Supriyadi.
Ia menjelaskan ketiga korban meninggal dunia karena kehabisan nafas saat berada di kolam renang. Namun kasus ini masih dalam penyelidikan Polisi. “Nanti untuk penjaga kolam akan kita periksa untuk dimitai keterangan soal ini, dan jika memang ada kelalaian bisa kita proses,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Pasinkepora) Kaur, Azwar S Sos mengaku kemarin sudah mendapat informasi duka itu, menurutnya hingga kemarin pengelola kolam taman bineka belum dapat dihubungi. “Saya sedang meluncur ke Puskesmas, untuk pengelolanya belum bisa dihubungi, dan kita belum tahu yang mana salah,” katanya.

Ditambahkannya, saat ini kolam Taman Bineka masih dikelola oleh pihak ketiga. Sehingga sejumlah pengawasan dan juga pembersihan kolam ada ditangan pihak ketiga. Terdapat dua kolam di Yaman bineka untuk kolam kecil khusus untuk anaK-anak. Sedangkan kolam utama kedalamanya hingga 2 meter. “Selama ini pengelolaan dan penjagaannya di kelola oleh pihak ketiga, mereka juga yang jaga kolam,” tandasnya.(618)