Kodim Bengkulu Selatan Amankan 1,8 Ton BBM Ilegal

Kodim BS

KEDURANG ILIR, BE – Kekurangan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bengkulu Selatan (BS) dan Kaur sepertinya menjadi sasaran empuk pengunjal dari Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan. Pasalnya Jajaran Kodim 0408 BS berhasil mengamankan 1,8 tob BBM jenis premium dari tangan pengunjal dari Sumsel.

“Premium yang diduga dari Pagar Alam berhasil kami amankan sebanyak 1,8 ton atau 1.836 liter dalam 54 jerigen,” kata Dandim 0408 BS, Letkol Inf Edy Agus Setiawan kepada BE kemarin (12/2).

Edy menyampaikan, premium tersebut diangkut oleh Bi (38), warga Tanjung Karang Provinsi Lampung dan Ek (26), warga Sekayu Provinsi Sumatera Selatan. Premium itu juga ditangkap kemarin sore sekitar pukul 18.00 WIB di jalan Raya Simpang Tiga Muara Kedurang dengan menggunakan mobil Daihatsu Luxio BG 1183 RK. “Mereka kami cegat di jalan, saat diperiksa dalam mobil penuh derigen,setelah dicek, ternyata berisi penuh BBM,” ujarnya.

Ditambahkan Edy, penangkapan BBM tersebut berkat laporan masyarakat, kemudian anggota intel Kodim bergerak cepat dan kemudian menyelidiki pelaku pengunjal BBM tersebut. Sehingga sekitar pukul 18.00 WIB diketahui mobil berisi BBM dengan tujuan Kabupaten Kaur tersebut melintas di Muara Kedurang.

Kemudian anggota Intel langsung mencegatnya. “Peredaran BBM illegal ini marak di tengah masyarakat, kami harapkan peran serta masyarakat untuk mencegah peredaran BBM illegal seperti ini,” terang Dandim.

Ada Keterlibatan Aparat
Sementara itu, Pasi Intel Kodim, Kapten Belly Apriansyah mengatakan, dari pengakuan Bi dan Ek, BBM tersebut milik oknum aparat penegak hukum warga Pagar Alam, He. Keduanya hanya mengaku sebagai pesuruh dan diberi upah mengantarkannya ke Kaur. Bahkan sebelum melintas di BS, terlebih dahulu kedua pengunjal

tersebut menunggu petunjuk dari warga BS untuk memastikan apakah wilayah BS aman saat keduanya lewat. “Pengakuan keduanya, BBM yang diangkut itu milik oknum aparat penegak hukum, bahkan sebelum melintasi BS, keduanya menunggu pesan singkat lewat SMS, bahkan dari SMS itu disebutkan wilayah BS aman silahkan jalan,” terang Belly.

Sementara itu, Bi kepada BE mengaku dirinya hanya upahan angkut, sekali mengangkut mendapat upah Rp 100 ribu. Dirinya pun sudah satu bulan ini bekerja dengan He untuk mengangkut BBM tersebut.

“Saya baru satu bulan, setiap minggu sampai 2 kali mengangkut BBM, sekali angkut mendapat upah Rp 100 ribu, dengan tujuan Kaur, namun untuk pembelinya saya tidak tahu namanya,” ujar Bi.

Hal senada juga disampaikan Ek, menurutnya dirinya juga mendapat upah Rp 100 ribu. Bahkan dirinya mengakui baru satu kali ini ikut mengangkut BBM.
“Saya ini merantau dari Sekayu dan baru satu kali ini upahan mengangkut BBM dengan upah Rp 100 ribu,”terangnya.(369)