Kisah Rolisanti (39), Isteri Pengacara Korban Perampokan

30 Menit Ditodong Senpi, Trauma dan Sering Pingsan

Perampokan dirumah pengacara
TRAUMA: Rolisanti (39) (jilbab merah), sering pingsan ketika teringat peristiwa perampokan yang dialaminya. Tampak Roli ditemani suaminya Usin Abdisyah, ketika memberikan keterangan kepada Kapolres Bengkulu, Rabu (12/4) lalu. (Foto RIO/BE).

Rolisanti (39), isteri Usin Abdi Syahputra Sembiring, yang menjadi korban perampokan pada Rabu (11/4) dinihari di rumahnya, kini sering pingsan. Hal itu terjadi karena ketika ingat peristiwa yang dialaminya itu, Roli trauma, kemudian langsung tak sadarkan diri.


“Isteri saya masih trauma, bahkan masih sering pingsan jika ingat kejadian perampokan. Belum bisa ketemu orang luar, tidur saja belum bisa nyenyak, harus ada orang yang nemani,” jelas Usin, saat dikonfirmasi, di rumahnya, kemarin.
Usin meceritakan, pelaku perampokan menodongkan senjata api ke arah kepala isterinya sekitar 30 menit. Satu pelaku menodongkan senjata api, sementara satu pelaku lain menggeledah seisi kamar mencari barang berharga.

Sembari menodongkan senjata api, banyak kata-kata intimidasi yang dikatakan pelaku. Dari mengancam hendak membunuh anak dan suami jika melapor polisi sampai diancam hendak dilecehkan.

“Banyak sekali intimidasi yang dikatakan pelaku. Mulai dari bunuh saya dan anak saya jika melapor polisi. Pelaku itu mengancam akan melecehkan isteri saya,” imbuh Usin.

Anak kedua Usin Abdi, Sura (8) yang terlibat saat pelaku menodongkan senjata api ke arah kepala ibunya juga mengatakan hal yang sama. Meski tidak melihat secara menyeluruh semua aktivitas perampok lantaran matanya ditutup kain, Sura mengatakan, jika kata-kata perampok yang dilontarkan kepada ibunya sangat kasar.

“Dio itu ngancam, sambil nodongkan senjata ke arah ibu. Saya ditarik sama ibu, mata saya kemudian ditutup kain. Sekitar 30 menit lah dia (pelaku) menodongkan senjata,” jelas Sura.

Saat ditanya lebih detail senjata yang digunakan pelaku, dari keterangan isterinya, Usin menerangkan bentuknya cinderung bulat, mirip seperti senjata api rakitan.

“Kalau kata isteri bentuk larasnya cinderung bulat, kalau jenis FN bukan apalagi revolver. Kemungkinan itu senjata api rakitan,” ungkap Usin.

Usin meyakini jika pelaku merupakan perampok profesional, sudah mempersiapkan rencana matang, memantau kondisi rumah sebelum merampok rumahnya. Perampokan sama sekali tidak unsur dendam, politik terlebih lagi kepentingan lain yang menyangkut profesinya sebagai pengacara.

“Saya yakin yang melakukan ini sudah terencana matang. Ada kaitanya atau tidak dengan poltik, dendam atau apalah itu satu yang pasti pelaku merampok tidak pakai sebo. Mencirikan dia orang baru, tidak kenal dengan saya atau keluarga saya,” ujar politisi Partai Hanura Provinsi Bengkulu ini.

Terkait perkembangan penyelidikan Polres Bengkulu, Usin mengaku belum mendapatkan informasi terbaru. Usin sudah menyerahkan semua kepada Polres Bengkulu untuk mengungkap kasus perampokan tersebut. Dia mengaku tidak begitu memikirkan harta benda yang diambil perampok, tetapi yang terpenting keluarganya selamat.

“Saya menyerahkan semua kepada pihak kepolisian. Saya yakin mereka sudah bekerja keras mengungkap kasus ini,” pungkas Usin.

Sementara itu dari keterangan HA, warga yang tinggal tidak jauh dari rumah Usin Abdi, jika ia sempat melihat mobil asing jenis Toyota Agya warna abu-abu keluar masuk perumahan sebanyak 2 kali.

Mobil itu masuk ke perumahan sekitar pukul 01.02 WIB, Selasa (11/4) sebelum perampokan terjadi di rumah Usin Abdi. Secara spesifik mobil itu ber-plat nomor BG, tetapi Harni tidak melihat angka plat nomor polisi. Ada tiga orang berada di dalam mobil, diperkirakan dua pria dan satu wanita.

“Saya yakin mobil itu bukan milik salah satu warga perumahan, karena saya cukup hafal mobil yang keluar masuk di perumahan ini. Saya curiga itu mereka keluar masuk dua kali, sementara itu tidak pernah ada kejadian semacam itu sebelumnya,” ujar Harni.

Harni bahkan sempat mengejar mobil tersebut sampai keluar gang perumahan. Tetapi tidak berhasil menghentikan mobil itu. Meski demikian Harni tidak mau berprasangka buruk, apakah mobil itu merupakan mobil pelaku perampokan. Dia hanya curiga, mencari apa mobil itu keluar masuk perumahan sebanyak dua kali.

“Saya tidak berprasangka buruk yang jelas, curiga saja kenapa mereka itu keluar masuk dua kali perumahan. Saya yakin polisi sudah bekerja maksimal untuk mengungkap perampokan dirumah pak Usin,” tegas Harni.

Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK mengatakan, terkait perampokan itu sejauh ini pihaknya masih bekerja keras mengungkap kasus tersebut. Semua dilakukan dengan profesional, secara bertahap..

“Yang jelas kita akan bekerja keras mengungkap kasus ini. Bagaimana kasus ini terjadi rekan rekan juga sudah tahu kan, ” jelas Kapolres(167)