Khawatir OTT, Tiada Hari Tanpa Sidak

Jefryy/Bengkulu Ekspress - Sekda saat melakukan sidak ke Dinsos kemarin.
Jefryy/Bengkulu Ekspress – Sekda saat melakukan sidak ke Dinsos kemarin.

TAIS, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seluma, tak ingin dan khawatir menjadi sasaran operasi tertangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK), serta Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Untuk itu, Wakil Bupati Suparti MSi dan Sekretaris Daerah Irihadi MSi gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah(OPD) dibawah naungan Pemkab Seluma. Seperti kemarin (11/9), wabup dan sekda melakukan sidak ke Dinas Sosial.

“Ini salah satu bagian dari mengantisipasi terjadinya pungutan liar (pungli) dan menghindari korupsi. Termasuk meningkatkan disiplin PNS,” tegas Sekda Seluma Irihadi MSi kepada BEcsaat sidak di Dinas Sosial kemarin (11/9).

Ditegaskan, terbebasnya dari pungli dan korupsi tanggung jawab semua pihak. Prilaku pungli dan korupsi harus di jauhkan dari Kabupaten Seluma.

Selain itu, sekda juga mengingatkan agar PNS selalu berdisiplin dalam melaksanakan tugas. Termasuk mengerjakan tugas dengan baik dan bersih tanpa ada permasalahan dikemudian hari.

“Kita tidak tahu, jangan sembarangan saja main-main. Siapa tahu ada orang KPK yang menyamar jadi penjual ikat pinggang. Bengkulu ini dalam pengawasan, termasuk kita di Seluma,” tegas Irihadi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Seluma Drs Julian Zuherwan MSi menuturkan, kedatangan sekda ternyata dimanfaatkan PNS untuk menyampaikan keluhannya, diantaranya masalah masih kecilnya Tunjangan Perbaikan Pegawai (TPP). Besar harapan uneg-uneg tersebut bisa di tindak lanjuti dan besaran TPP dikaji ulan.

“TPP masih tergolong kecil, jika dibandingkan dengan beban kerja,”singkatnya.

Sementara itu, beberapa OPD telah disidak oleh Bupati, Wabup dan Sekda diantaranya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Inspektorat, BPKD, Dinas PMD, Dinas Sosial dan Dinas Kominfo. (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*