Ketua DPRD Bengkulu Selatan Gebrak Meja

bahas pelayanan kesehatan kurang maksimal
KOTA MANNA, BE – Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Yevri Sudianto, tampak emosi. Mukanya memerah. Kemudian dia langsung menggebrak meja.

Hal itu membuat semua peserta rapat membahas masalah pelayanan kesehatan di ruang rapat Komisi 3 DPRD BS, yang diikuti anggota DPRD, perwakilan Dinas Kesehatan BS, dan perwakilan RSUDHD, terdiam.

Apa yang membuat Yevri emosi? Diantaranya keluhan warga atas kurangnya pelayanan rumah sakit hingga datangnya 9 kepala desa serta perwakilan dua UPT ke DPRD BS, Senin (30/3) lalu, karena petugas Puskesmas Pagar Gading malas memberikan pelayanan kepada warga.

“Padahal saya sudah sampaikan kepada Sekkab dan Kepala SKPD, bahwa Puskemas Pagar Gading tidak berfungsi maksimal. Begitu juga pelayanan dan kebersihan rumah sakit yang kurang. Namun, sampai saat ini masukan yang saya sampaikan tidak pernah diindahkan, saya kecewa dengan pihak eksekutif yang tidak menghargai kami DPRD BS,” ujar Yevri dengan nada penuh emosi.

Seharusnya, kata Yevri, informasi yang disampaikannya tersebut harusnya segera dicek dan dievaluasi oleh pihak eksekutif. Supaya pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Jangan hanya mau menuntut hak saja, kewajiban memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat harus diutamakan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan BS, Novianto SSos MSi mengaku kaget mengenai adanya keluhan masyarakat bahwa Puskesmas Pagar Gading tidak berfungsi maksimal.

Setelah menerima laporan ada keluhan itu, ia langsung mengecek kepada Kepala Puskesmas. Dari laporan yang diterimanya, bahwa puskesmas buka setiap waktu.

“Laporan yang saya dapatkan dari kepala puskesmas, kalau Puskesmas Pagar Gading buka setiap waktu,” kilahnya.

Hanya saja, setelah adanya laporan tersebut, Novianto bersama Ketua DPRD BS dan komisi 3 usai menggelar pertemuan, langsung mengecek ke lokasi. Kedatangannya pun disambut oleh kepala puskesmas dan sejumlah perawat. “Ini kami tiba di puskesmas ternyata ada pegawainya,” ujar Novianto.

Namun Novianto tetap meminta kepada kepala puskesmas agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terkait mutasi perawat, diakui Novianto, pihaknya selama ini sering tidak mengetahuinya. Sebab para perawat ini saat mau mutasi langsung menghubungi pihak Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD).

“Kami akan lakukan pembinaan dahulu, namun jika nanti pelayanan tetap tidak maksimal, akan kami laporkan ke pak Sekkab agar dapat dievaluasi,” terangnya.

Adapun Kepala Puskesmas Pagar Gading, Risman Hadi SH mengakui, bahwa pelayanan normal diberikan pihaknya yakni mulai jam 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB setiap hari jam kerja. Hanya saja jika ada warga yang sakit dan membutuhkan pelayanan, pihaknya pun siap memberikan pelayanan.

“Saat ini petugas puskesmas memang kurang, hanya ada 6 orang saja, semuanya pun tinggal di rumah masing-masing. Setelah selesai jam kantor kami pulang, namun jika ada yang mau berobat dapat menghubungi kami, dan kamipun siap melayani,” katanya.(369)