Kesadaran Vaksinasi Hewan Rendah

 Dalam melaksanakan vaksinasi hewan di Kabupaten Kepahiang tidak berjalan secara  lancar.
KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Dalam melaksanakan vaksinasi hewan di Kabupaten Kepahiang tidak berjalan secara lancar. Pasalnya, kesadaran masyarakat pemilik hewan untuk melaksanakan vaksinasi masih sangat rendah. Terutama untuk warga yang memiliki hewan-hewan berburu karena menilai bila setelah divaksinasi hewan akan lemah dan tidak bertenaga.
Plt Kadis Dinas Pertanian Kepahiang, Hernawan melalui Kabid Peternakan dan Keswan Razikin SPt bila ditahun 2017 pihaknya sudah menyelesaikan pelaksanaan vaksinasi hewan tahap pertama.

“Ditahap pertama vaksinasi dilakukan untuk Kecamatan Kabawetan, Kepahiang, Seberang Musi, Tebat Karai, Muara Kemumu dan BI. Sekarang akan dimulai untuk vaksinasi tahap kedua,” ucapnya kemarin (1/8).
Razikin mengakui, bila masih adanya kesulitan pendataan hewan untuk menjalani vaksinasi anti rabies. “Kesadaran masyarakat masih sangat rendah, padahal rabies sampai saat belum ada pengobatannya,” sebut Razikin.
Ia mengimbau, masyarakat untuk tidak menganggap remah, bila ada anggota keluarga digigit anjing atau hewan lainnya. Sebab rabies tidak langsung menyerang seketika sewaktu digigit, reaksinya akan terjadi dikemudian hari. Maka setiap orang yang sudah digigit anjing harus dilakukan obeservasi, jika dalam beberapa hari kemudian anjingnya mati tanpa sebab maka dipastikan ajing tersebut mengidap rabies.

“Kita selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat melakukan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharannya,” tutur Razikin.
2017 Pemkab Kepahiang melalui Dinas Pertanian dibebani target vaksinasi sebanyak 10.000 vaksin lebih. Jumlah tersebut guna mendukung penuh target pemerintah pusat agar Indonesia dapat terbebas dari penyakit rabies. (320)