Kesadaran Sikat Gigi Sangat Rendah

Dari Perhelatan Senam dan Sikat Gigi Massal
IMG_0424

BENGKULU, BE – Senam massal dan sikat gigi massal yang dilaksanakan Ikatan Apoteker Indonesia Bengkulu bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Bengkulu di lapangan Sport Center Pantai Panjang, Bengkulu pagi kemarin (11/10) berlangsung meriah.  Senam yang diikuti lebih dari 1000 orang dan sikat gigi massal yang diikuti 600 siswa-siswi perwakilan dari Sekolah Dasar (SD) se Kota Bengkulu dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) ke-6 tahun 2015, memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Bengkulu ke-47 dan rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-51 ini dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah yang dihadiri Sekjen Pengurus Besar PDGI, Dr drg Hananto Seno SpBM, pengurus besar IAI, Ketua PDGI Cabang Bengkulu drg H Edriwan Mansyur MM, Ketua IAI Bengkulu, Nurhidayati S.Parm, Apt, ME, pengurus Persatuan Perawat Indonesia Bengkulu, Kepala BPOM Bengkulu, Kadinkes Provinsi Bengkulu H Amin Kurnia SKM MM, Dirut RSM Yunus, ketua Stikes Tri Mandiri Sakti, pengurus kode etik Apoteker Bengkulu dan perwakilan dari Pemerintah Kota Bengkulu.
Dalam sambutannya, Sekjen Pengurus Besar PDGI, Dr drg Hananto Seno SpBM mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan sikat gigi massal yang diikuti siswa-siswi sekolah dasar tersebut di 25 provinsi atau kabupaten dan kota se Indonesia.  Salah satunya diselenggarakan di Provinsi Bengkulu. Hal tersebut dikarenakan rendahnya kesadaran menyikat gigi secara nasional di Indonesia, akibatnya banyak anak-anak bangsa yang tidak bisa menggapai cita-citanya karena giginya tidak sehat alias bermasalah.
“Berdasarkan hasil penelitian, kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjaga kebersihan gigi sangat rendah sekali, bahkan yang benar-benar menjaga kesehatan giginya hanya 2,3 persen dari jumlah keseluruhan masyarakat Indonesia,” terangnya.
Untuk itu pihaknya menanamkan prilaku sikat gigi yang baik mulai dari sejak dini terhadap generasi bangsa. Menurutnya, kesehatan gigi adalah kesehatan utama yang harus dijaga, sebab, bila gigi tidak sehat atau sakit, maka akan menggangu semua aktivitas karena gigi berhubungan langsung dengan saraf dan sangat terasa dampaknya.
“Mulai hari ini, saya mengajak semua anak-anak SD, pelajar dan masyarakat di Provinsi Bengkulu mari kita menjaga kesehatan yang diawali dengan menjaga kesehatan gigi. Bila gigi sehat, cita-cita bisa dicapai, misalnya mau jadi dokter, TNI, Polri semua harus memiliki gigi yang sehat dan tidak berlubang,” ajaknya.
Ketua IAI Bengkulu, Nurhidayati S.Parm, Apt, ME dalam sambutannya mengatakan tujuan dilaksanakannya senam massal dan sejumlah kegiatan lainnya itu bertujuan untuk  memperkena apoteker kepada masyarakat umum. Sebab, selama ini yang diketahui tentang apoteker hanya orang yang bekaitan dengan obat, padahal profesi apoteker tidak sekedar itu, melainkan juga menguasai tentang obat.
“Kami mendekatkan diri kepada masyarakat, mengenalkan obat dan ingin memberikan pengetahuan tentang obat kepada masyarakat. Kami ada istilah DAGUSIBU yang merupakan tatacara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat agar tidak menimbulkan dampak terhadap sesama dan lingkungan. Jika belum mengetahuinya, silahkan tanya kepada kami,” terang Nur, sapaan akrab Nurhidayati.
Selain itu, lanjutnya, Senam Massa yang diikuti semua kalangan dan mendapat dukungan penuh dari gubernur, kadinkes provinsi dan Pemerintah Kota Bengkulu tersebut juga dalam rangka Hari Parmasi Sedunia dan rangkaian Hari Kesehatan Nasional 2015.
“Atas dukungan semua pihak, kami ucapkan trimakasih,” tutupnya.
Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah menyambut kegiatan yang dilaksanakan oleh dua organisasi profesi tersebut. Sebab, dari kegiatan senam massal, sikat gigi massal dan sejumlah kegiatan lainnya yang dilakukan IAI Bengkulu tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat Bengkulu.
“Kesehatan adalah hal yang paling utama, percuma uang banyak, harta melimpah, jabatan tinggi dan paling populer kalau tidak sehat. Tidak ada artinya semua yang kita miliki kalau gigi ini sakit. Tidak masalah orang kaya sakit, tapi yang paling bermasalah adalah orang miskin yang sakit. Maka senam dan sikat gigi massal ini sangat bermanfaat sekali,” paparnya.
Menurut Junaidi, sosialisasi yang dilakukan para apoteker tersebut bukan mewajibkan orang untuk membeli obat kepada mereka, melainkan menyampaikan pengetahuan  tempat membeli obat yang tepat.
“Untuk kesehatan tubuh, kuncinya ada di jantung dan untuk  mendapatkan jantung yang sehat, maka kita harus banyak-banyak berolahraga salah satunya dengan senam seperti ini. Jika ada senam lagi, tolong beritahu saya, saya pasti akan ikut,” selorohnya.

Tes Kesehatan hingga Bagi Doorprize
Selain senam massal, IAI juga melaksanakan berbagai kegiatan dalam kesempatan tersebut, yakni  memeriksa zat campuran makanan dan kosmetik bekerjasama dengan BPOM Bengkulu, memerikan kadar gula darah, kolestrol, asam urat, konsultasi mengenai obat-obatan dan permainan/game berhadiah.
Dalam waktu yang bersamaan, IAI juga membagikan doorpize menarik kepada para pemenang berupa alat-alat eletroni seperti mecin cuci, kompos gas, dispenser dan lainnya. (400)