Kerugian Bisa Mencapai Rp 1 Miliar

OLAH TKP: Tim Identifikasi dari Polda Bengkulu dan Polres Bengkulu melakukan olah TKP lokasi Kebakaran yang terjadi di RT 4 Kelurahan Jitra yang melalap 10 unit rumah, Kamis (11/1).
OLAH TKP: Tim Identifikasi dari Polda Bengkulu dan Polres Bengkulu melakukan olah TKP lokasi Kebakaran yang terjadi di RT 4 Kelurahan Jitra yang melalap 10 unit rumah, Kamis (11/1).

Para Korban Masih Shock

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kebakaran hebat yang terjadi di RT 4 Kelurahan Jitra, tepatnya di belakangan kantor Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu malam (10/1). Yang mana api melalap setidaknya ada 10 unit rumah warga. Jika dilihat dari kondisi bangunan dan sisa puing-puing bangunan, diperkirakan kerugian yang timbul atau diterima para korban bisa mencapai Rp 1 miliar dan hingga sekarang ini para korban masih terlihat shock dan masih ada yang belum percaya jika rumah miliknya habis di lalap si jago merah.

Sementara itu, untuk memastikan penyebab kebakaran hebat tersebut dikarenakan apa, pihak unit tim Identifikasi Polres Bengkulu, Kamis (11/1) pagi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari tahu dari mana awal mula sumber api dan apa penyebab pasti kebakaran tersebut, namun untuk hasil tersebut baru bisa diketahui setelah hasil Lab keluar.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh Bengkulu Ekspress, 10 rumah yang terbakar tersebut masuk dalam dua kategori, yakni 7 rumah yang hampir 90 habis terbakar dan ada 3 rumah yang sekitar 50 persen hangus terbakar. Untuk 7 rumah yang hampir seluruh bagian ludes terbakar meliputi rumah milik korban bernama Syarif Hidayat yang sekarang ini menginap di salah satu hotel di Bengkulu, rumah milik Ajid yang sekarang ini sudah mengungsi kerumah keluarga di Sawah Lebar, rumah Ros Samsudin sekarang ini menginap kerumah keluarga di kawasan Unib Depan, rumah Yulidar sekarang ini menginap dirumah keluarga lainnya di kawasan Nusa Indah, rumah milik korban bernama Oca yang mana sekarang ini sudah mengungsi kerumah keluarga di Penurunan, rumah korban Heranafi yang sekarang ini sudah menginap dirumah keluarga di kawasan Pasar Baru dan yang terakhir rumah yang rusak berat yakni rumah milik Dedi Imansyah yang sekarang ini sudah mengungsi dirumah keluarga di kawasan Malabero Kota Bengkulu.

“Untuk rumah yang rusak berat atau yang hampir habis bangunannya masih terlihat shock dan sekarang masih berada dirumah keluarganya semua,” terang Camat Teluk Segara Kota Bengkulu, Drs. Ikhwan Nova, M.Si kemarin kepada wartawan (11/1).

Sementara itu, ia menjelaskan untuk tiga warga yang rumahnya tidak terlalu berat terbakarnya yakni korban bernama Suparno, Sri Darto dan Nora juga sudah mengungsi kerumah keluarganya masing-masing dengan membawa sebagian barang miliknya yang bisa diselamatkan pada saat terjadi kebakaran hari Rabu malam yang lalu.

“Jika melihat kondisi rumahnya, ketiga rumah tersebut bagian plafon dan sebagian isi barangnya memang habis terbakar, namun bangunan rumahnya masih berdiri, berbeda dengan 7 rumah yang rusak berat hampir menyisakan puing-puing saja,’ ucap Camat.

Selain itu, Drs. Ikhwan dalam keterangannya belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran hebat itu dan dari mana asal mula api tersebut karena hingga sekarang ini masih diselidiki oleh pihak Identifikasi Polres Bengkulu.

“Saya belum bisa menyimpulkan penyebab dan dari mana asal api, kita serahkan semuanya ke pihak Kepolisian, yang terpenting dalam musibah kebakaran ini tidak ada korban meninggal dunia,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk masalah bantuan yang diberikan pemerintah Bengkulu melalui Dinas Sosial memang sudah dibicarakan namun untuk realisasi nya belum tahu kapan bisa diterima para korban karena hingga sekarang ini dirinya masih melakukan koordinasi mengenai hal tersebut ke pihak pemerintah provinsi maupun kota.

“Bantuan pasti ada, tinggal menunggu kapan disalurkannya saja, yang pasti bantuan nantinya berupa makanan, minuman, selimut, pakaian, kasur dan bisa juga berupa obat-obatan bahkan uang,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu korban kebakaran, Heranafi menuturkan, sangat belum percaya dengan apa yang dialaminya tersebut, hingga sekarang ini dirinya bersama anak-anak masih shock jika melihat kejadian malam Rabu tersebut.

“Ini masih seperti mimpi saja perasaan saya dan masih belum bisa diterima oleh akal sehat,” ucapnya dengan muka lesu saat mendatangi rumah miliknya yang terbakar hampir 90 persen tersebut.

Ia menyebutkan, jika melihat dari kondisi rumah miliknya yang hanya menyisakan puing-puing saja dan barang-barang miliknya tidak bisa terselamatkan hanya menyisakan baju di badan, di total kerugiannya mencapai Rp 250 juta lebih.

“Ya kita semua berharap ada bantuan baik dari pemerintah maupun perseorangan yang mau berbagi dengan kita karena sekarang ini kita tidak lagi memiliki uang sepeser pun, harta benda ludes terbakar,” tuturnya kepada wartawan.

Sementara itu, korban kebakaran lainnya, belum bersedia di wawancara mengenai peristiwa tersebut karena masih shock dan ada juga yang masih sibuk mencari sisa-sisa bekas barang miliknya yang masih bisa terpakai atau digunakan lagi dan sejauh ini kawasan lokasi kebakaran tersebut masih diberi garis polisi (Police line) agar masyarakat tidak memasuki area kebakaran tersebut.

Selain itu, dari pihak Polres Bengkulu hingga sekarang ini belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran hebat Rabu malam itu yang menghanguskan 10 rumah sekaligus itu, namun untuk hasil penyebab tersebut baru bisa didapat setelah hasil Lab keluar.

“Kita masih lakukan penyelidikan dan pemeriksaan, tunggu saja tim lagi bekerja, jika sudah ada hasilnya pasti akan kita umumkan secepatnya,” tutup Kapolres Bengkulu AKBP Ady Savart, SIK, S.H, melalui Kasat Reskrim AKP Djohan Andika, S.E, SIK. (529)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*