Kerennya duplikasi Mobil ‘Arigato’ Perang Dunia II Karya Mang Ayak Dibuat untuk Mengenang Perjuangan Sang Ayah

IST/Bengkulu Ekspress MIRIP: Duplikasi truk Dodge Power Wagon ciptaan Mang Ayak, mirip dengan aslinya, sehingga mengingatkan kembali pada zaman Perang Dunia II.
IST/Bengkulu Ekspress MIRIP: Duplikasi truk Dodge Power Wagon ciptaan Mang Ayak, mirip dengan aslinya, sehingga mengingatkan kembali pada zaman Perang Dunia II.

Truk Dodge Power Wagon atau biasa disebut oleh warga Semaku pada zaman Jepang mobil ‘arigato’ merupakan mobil yang digunakan tentara saat Perang Dunia II (PD II) sebelum kemerdekaan Republik Indonesia (RI) 1945 lalu. Hanya saja karena saat ini mobil tersebut sudah tidak ada lagi di Provinsi Bengkulu, Satrina Jaya yang biasa disapa akrab Mang Ayak menciptakan mobil duplikasi Dodge Power Wagon PD II.

Asrianto-Bengkulu Selatan

Hadirnya mobil duplikasi Dodge Power Wagon ciptakaan Mang Ayak mengingatkan kembali akan peristiwa PD II sekitar tahun 1942 lalu. Dahulu, ketika Jepang datang ke Indonesia, mobil tersebut biasa digunakan tentara Jepang mengangkut pasukan saat berperang melawan pasukan sekutu.

Mobil tersebut sengaja diduplikasikan oleh Mang Ayak, untuk mengenang perjuangan ayahnya, almarhum Bripka Abdul A Haris saat perang kemerdekaan.

“Saya membuat duplikasi mobil Dodge Power Wagon ini terinsipasi dengan mobil ayah saya dahulu,” katanya saat ditemui di rumahnya di Jalan Raja Muda, depan asmara Kodim, Kota Medan Kecamatan Kota Manna, Rabu (26/4/2017).

Mang Ayak menceritakan, ayahnya memiliki mobil tersebut kisaran tahun 1975-1982. Mobil kemudian sering digunakan oleh Mang Ayak, mobil digunakan untuk menangkut barang-barang dagangan atau pesanan orang ke arah Padang Guci. “Pada tahun 1976 saya sering menggunakan mobil Dodge Power Wagon mengangkut barang ke Padang Guci, yang saat itu dikenal dengan sebutan mobil Arigato,” katanya.

Namun, pada tahun 1982, mobil tersebut rusak, kemudian dijual sebagai barang rongsokan. Lalu tahun 2016 lalu, Mang Ayak sengaja membeli mobil Toyota Dyna Reno, sehingga timbulah ide membuat mobil duplikasi Dodge Power Wagon. Mobil duplikasi tersebut selesai dibuat sekitar 6 bulan atau awal 2017 lalu.

Onderdil mobil Dyna tersebut yang masih dipakai yakni mesin, sasis, rangka dan double gardan. Sedangkan wing PTO nya dari Amerika Serikat. Adapun bodi mobil menggunakan besi plat dengan ketebalan 2 mm dan 3 mm. “Kalau Dodge Power Wagon dulu stirnya sebelah kiri, namun karena saat ini mobil sudah banyak, sehingga saya buat stir sebelah kanan,” ujarnya.

Dijelaskan Mang Ayak, mobil buatannya tersebut dibuat persis seperti mobil Dodge Power Wagon aslinya, dengan kaca depan bisa dilipat. Bahkan baknya bisa dinaikan dengan posisi tegak 180 derajat. Bak mobil tersebut mampu mengangkut barang dengan beban 3 ton. Adapun ban yang digunakan ban Komodo Ekstrim 356.

Membedakannya lagi dengan versi aslinya, jika mobil cara menghidupkan Dodge Power Wagon asli dengan cara disenggol, maka mobil buatan Mang Ayak ini sudah dengan cara distarter.

“Sementar untuk bentuk mobilnya sama persis dengan truk Dodge Power Wagon PD II,” imbuhnya.

Dengan adanya mobil duplikasi buatannya ini, Mang Ayak mengatakan, saat ini sudah banyak warga yang menginginkannya. Bahkan sudah banyak yang menawarnya.
Namun ia mengaku belum berani melepasnya, karena masih sayang lantaran biaya yang dikeluarkan hingga ratusan juta untuk membuat mobil tersebut.

“Sudah banyak yang mau membelinya, namun saya masih sayang, sebab biaya membuatnya ratusan juta. Akan tetapi jika ada yang minta dibuatkan, saya siap membuatnya dan saya pastikan untuk satu mobil bisa saya buat dalam waktu 6 bulan,” jelasnya.

Diungkapkan Mang Ayak, saat ini mobil tersebut digunakan untuk mengangkut material, seperti batu, sawit dan juga kayu. Bahkan mobil tersebut bisa menjelajah di jalan yang curam dan terjal. Tidak hanya itu, juga bisa menyeberangi sungai meskipun mesin mobilnya terendam. “Kalau sopir masih bisa bernapas, mobil masih bisa menyeberangi sungai,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain, sejak selesai dibuat, mobil Dodge Power Wagon itu sudah banyak menolong mobil orang yang terjun ke jurang. Sebab mobil itu mampu menarik beban dengan berat hingga 15 ton. Sehingga, ketika ada mobil terjun ke jurang, Mang Ayak mengaku selalu dihubungi warga untuk diminta tolong menariknya ke jalan raya kembali.

“Saya senang memiliki mobil ini, selain mengingatkan saya kembali pada zaman perjuangan ayah saya, mobil ini bisa menolong orang yang sedang kesulitan,” ujar Mang Ayak yang didampingi Herman Sunarya, yang juga putra dari salah satu mantan pejuang BS. (***)