Kerajaan Pagaruyung Beri Gelar Raja Pada Sultan

Sultan bersama  Raja Alam Pagaruyung, Sutan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Mudo Mangkuto Alam
BENGKULU, BE – Cagub Bengkulu Sultan B Najamuddin akan mendapat gelar raja dari Raja Alam Pagaruyung, Sutan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Mudo Mangkuto Alam. Penganugerahan gelar raja ini berdasarkan rapat adat yang digelar beberapa waktu lalu di Padang, Sumatera Barat.
“Sesuai dengan garis keturunan, Sultan merupakan keturunan Raja Pagaruyung, karena sudah berumur atau dewasa ada keinginan dari Raja Pagaruyung untuk memberikan gelar tersebut,” kata sesepuh Minang, Yunus Said atau Datuk Rajo Nan Kayo, Selasa (20/10).
Menurut Yunus, gelar bangsawan yang akan disandang Sultan merupakan gelar asli keturunan bukan gelar kehormatan yang sering diberikan pada presiden sehingga tidak ada hubungan sama sekali dengan situasi politik saat ini dimana Sultan merupakan kandidat cagub.
Penyematan gelar pada Sultan ini pun akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2015. Dia berharap semua lapisan masyarakat terutama keluarga Minang yang ada di Bengkulu untuk bisa menyaksikan acara penyematan gelar raja tersebut.
“Ini sebuah peristiwa yang jarang dilakukan di rantau Minang, saya berharap semua lapisan masyarakat Minang dari yang muda hingga yang tua dapat melihat prosesi seperti ini,” tuturnya.
Menurut Yunus, penyematan gelar raja ini akan menyedot perhatian ribuan masyarakat Bengkulu terutama dari keluarga Minang lantaran pada acara itu, bukan hanya kesultanan Pagaruyung yang datang, namun  tercatat 10 kesultanan dipastikan hadir pada acara penyematan itu.
“Acara ini akan sangat istimewa, mengingat selain Raja Pagaruyung yang hadir, beberapa sultan akan turut hadir, diantaranya Sultan Palembang, Banten, Ternate, dan lainnya,” imbuhya.
Gelar raja untuk Sultan sendiri sampai belum bisa dipublikasikan mengingat gelar raja dan titlenya akan diserahkan langsung oleh Raja Alam Pagaruyung, Sutan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Mudo melalui proses rapat adat.
“Rapat adat terlebih dahulu, untuk gelar raja apa yang akan disandang Sultan kita lihat saja pada tanggal 24 Oktober nanti, karena kami sendiri tidak tahu mengingat sistem pemerintahan di Minang ada dua yakni membusik dari tubuh lahir dari bawah dan menetes dari atas. Sultan sendiri merupakan bagian menetes dari atas atau dari keturunan Pagaruyung memberi gelar pada pagaruyung,” tandasnya.(400)