Kepsek SMA/SMK Jangan Resah

Rohidin: Mutasi Hal Biasa untuk Penyegaran

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Isu mutasi dalam waktu dekat ini terhadap kepala sekolah (Kapsek) SMA/SMK sudah santer di kalangan kepsek se-Provinsi Bengkulu.

Untuk itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA meminta kepsek untuk tidak mempercayai isu mutasi tersebut.

Menurutnya, mutasi kepsek sudah menjadi hal biasa untuk mengevaluasi atau memberikan penyegaran dalam organisasi, namun tetap berdasarkan pertimbangan matang. Tidak hanya melalui assesment yang sudah digelar selama ini.

“Tidak perlu terganggu atau resah dengan isu mutasi. Terpenting sekarang, bagaimana kepsek sebagai leader mampu membangun pendidikan berkarakter dan berkualitas,” ujar Rohidin kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (18/1).

Selain dari hasil penilaian, mutasi kepsek juga bisa dilakukan jika ada laporan dari pihak pengawas yang disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) di masing-masing kabupaten-kota dan di tingkat provinsi serta ditembuskan ke gubernur. Namun hingga saat ini laporan tersebut belum diterimanya.

“Ajak rapat dulu pengawas di seluruh wilayah, mereka yang tahu persis kepsek mana yang pantas dan dipertahankan karena prestasi kerja yang baik. Saya kira nilai tes tertulis kemarin itu bisa menjadi salah satu variable, selain kemampuan managerial dan kecerdasan sosial dalam memimpin,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Rohidin juga menuturkan, upaya penilaian ulang itu penting dilakukan terhadap calon kepala sekolah yang mengikuti assesment. Sebab, untuk mendapatkan kepala sekolah yang baik, harus juga mendapatkan penilaian dari masing-masing sekolah.

Baik melalui guru-guru, siswa maupun pihak pengawas lainnya.

“Kalau nilai assesment itu 10, belum tentu nilai di lapangan bagus. Pertimbangan utama harus dilihat dari sekolahnya masing-masing,” ujar Rohidin.

Agar mampu mengangkat prestasi sekolah, kapsek harus memiliki leadership dan manajement yang baik. Jika kepala sekolah itu jarang sekali masuk sekolah, maka jangan harap kepala sekolah itu akan mendapatkan jabatan kembali.

“Ya kalau kepala sekolahnya saja jarang muncul di sekolah, pasti hasilnya juga tidak baik. Untuk itu, saya minta penilaian kepala sekolah harus benar-benar dari lapangan. Agar sekolah-sekolah kita bisa bangkit dan berdaya saing,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dikbud Provinsi Bengkulu, H. Budiman, S.Pd M.Pd mengatakan, hasil assessment sendiri bisa dipakai dan bisa saja tidak sebagai acuan mutasi kapsek nantinya.

“Ya bisa dipakai dan tidak, kita akan nilai dengan kondisi sekolah yang dijabat sebelumnya,” terang Budi.

Dijelaskannya, hasil assessment itu nantinya hanya akan jadi panduan saja untuk menilai calon kepala sekolah. Karena yang terpenting calon kepsek itu harus benar-benar mamahami manajerial di sekolahnya masing-masing. Sebab, dengan kemampuan manajerial itu nantinya akan mempu membuat sekolah tersebut maju dan berdaya saing.

“Kalau intelektualnya bagus tapi manajerialnya tidak ada, itu lebih bahaya. Karena majunya sekolah itu harus didukung dengan para bawahannya,” paparnya.

Sebelum melakukan mutasi, Budiman telah menerjunkan tim pengawas lapangan untuk memberikan penilaian kepada masing-masing kepsek. Tidak hanya itu, konsep baru untuk melakukan penilaian ulang kepada kepsek juga akan dimatangkan dalam beberapa minggu ke depan. Sehingga setelah ujian SMA/SMK, mutasi kapsek sudah bisa dilakukan.

“Konsepnya minggu ini kita siapkan. Kita cari waktu yang tepat untuk pelaksanaannya,” tandas Budi. (151)