Kepala Kantor Pos Trauma

kepala-pot-tais-gusti-firdaus50

Perampokan yang menimpa PT Pos Tais, Kabupaten Seluma pada Selasa (22/11 membuat  Kepala PT Pos, Tais, Kabupaten Seluma Gusti Firdaus (50) trauma mendalam. Karena warga Jalan Merawan Rt 25 No 2 Sawah Lebar Kota Bengkulu ini menyaksikan langsung saat kejadian perampokan berlangsung. Terlebih pada perampokan Kantor Pos Bengkulu yang menewaskan petugas sekuriti kantor itu pada 2012 lalu, Gusti juga menyaksikannya dan menjadi saksi pula pada peristiwa itu.
Berikut Laporannya

Jeffryanto-Seluma

“Saya masih trauma dengan perampokan di kantor Pos Bengkulu yang dulu. Jadi saya tidak bisa berbuat banyak khawatir akan menjadi sasaran tembakan perampok. Karyawan saya yang wanita sempat berusaha menghalangi, namun urung setelah melihat senjata api yang dipegang dua pelaku,” tegas Gusti.

Pada 2012 lalu dirinya juga pernah diperiksa secara intensif kepolisian. Setelah ikut menjadi saksi dalam kasus perampokan PT POS Bengkulu yang menewaskan petugas sekuriti kantor pos tersebut.

“Dua tahun lalu saya juga sebagai saksi dalam perampokan di POS Bengkulu dan sekarang di kantor saya sendiri menjadi sasaran. Sehingga saya sangat sok dengan kejadian ini ditambah lagi dua kali kejadian terjadi di depan mata saya sendiri.”tegas Gusti Firdaus(50) kepada BE kemarin diruang kerjanya.

Kemarin (23/11) sekitar pukul 17.00 WIB secara maraton Gusti menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Pemeriksaan itu berlangsung hingga pukul 23.00 WIB baru selesai.

“Saat diperiksa kemarin, penyidik mempertanyakan tangung jawab uang yang hilang dan sudah diasuransikan atau tidak. Uang itu sudah diasuransikan tetapi saya tidak tahu apa jenis asuransinya,” sampainya.

Gusti menceritakan, Closed Circuit Television(CCTV) memang telah disiapkan PT POS di setiap kantor, namun hasil rekaman yang telah diambil 4 sisi yang telah terpasang itu hanya tersimpan selama seminggu saja, lewat dari satu minggu hilang dengan sendirinya. Hanya saja, selama satu minggu ini Gusti menceritakan tidak pernah dilakukan pengecekan hasil rekaman. Bahkan sejak dipasang tidak pernah dilakukan pengecekan.

“Saat ada kejadian saja hasil rekaman dipelajari lebih mendalam seperti kejadian perampokan itu. Polisi termasuk saya saat diperiksa kemarin juga memeriksa CCTV tersebut,”sampainya.

Disampaikan Gusti, sebelum kejadian tersebut terjadi ia tidak pernah menaruh curiga ke siapapun. Mengingat dalam sebuah pelayanan tidak bisa mencurigai seseorang. Ia pun tidak mencurigai bawahannya Agus Kurniawan (25) warga Kelurahan Padang Rambun Kecamatan Seluma Selatan yang diculik kawanan perampok dan ditemukan di kawasan Pulaubaai, Kota Bengkulu.

“Saya tidak bisa menaruh curiga terhadap siapapun, mengingat kita bekerja dibidang jasa.” imbuhnya.
Dijelaskan, Selesai kejadian perampokan kemarin. Gusti hanya mengetahui kendaraan mobil pelaku mengarah kearan Selatan. Namun kenyataannya salah satu karyawan PT POS ditemukan dengan kondisi terborgol dan mulut tertutup di KSKP, Kota Bengkulu.
Terkait perampokan ini, Gusti menuturkan, ia tidak mau menuduh siapa pelakunya.

“Saya tidak bisa menuduh tanpa bukti yang kuat. Hal tersebut merupakan wewenang dari kepolisian,”sambungnya.
Sementara itu, di Polres Seluma Agus Kurniawan (25) warga Kelurahan Padang Rambun Kecamatan Seluma Selatan yang diculik perampok masih diinterogasi oleh penyidik Polres Seluma. Saksi kunci ini juga tidak diperbolehkan pulang ke rumahnya. Selain itu Kepala Kantor Pos Tais Gusti Firdaus juga sudah dimintai keterangannya oleh penyidik Polres Seluma. Untuk menjelaskan mengenai kejadian tersebut.

“Yang bersangkutan masih dimintai keterangan, masih kami periksa secara intensif di Mapolres Seluma. Setelah tahapan pemeriksaan selesai termasuk keterangan saksi selesai yang bersangkutan pastinya diperbolehkan pulang,” tegas Kapolres Seluma AKBP Raden Tri Wahyu Budiyanto SIK didampingi Kabag Ops Kompol Sugeng Hari SH MH kepada BE.

Menurutnya, alasan Agus masih diamankan di Mapolres Seluma karena keterangannya masih harus disesuaikan dengan keterangan saksi lainnya. Selain itu, juga untuk kepentingan mengejar para tersangka perampokan. Karena Agus melihat langsung wajah para perampok beraksi dan berhasil merampas uang sebesar Rp 185 juta.

“Kerja keras untuk mengungkap kasus ini sudah menjadi keharusan bagi kita,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kasus perampokan tersebut sempat menghebohkan. Karena korban sempat diculik dan dibawa kabur ke arah Pulai Baai melewati jalan dari Pasar Seluma, kemudian Pasar Ngalam dan tembus sampai ke Pulai Baai. Korban diturunkan di lokasi tersebut setelah para perampok menggasak uang Rp 185 juta. (333)