Kemenpar: Festival Tabot Patut Dilestarikan

12
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti menghadiri acara pembukaan Festival Tabot di Lapangan Merdeka View Tower Kota Bengkulu, Selasa (13/10/2015). Ia mewakili Menpar RI Arief Yahya yang tidak bisa hadir di Bengkulu karena sedang menghadiri kegiatan di daerah lain pada waktu yang bersamaan.

Dalam sambutannya, Esthy mengatakan, dari sisi festival budaya Tabot di Bengkulu patut untuk dilestarikan karena memiliki unsur budaya sendiri.

“Budaya seperti ini harus dimanfaatkan dan dikemas menjadi budaya yang punya nilai jual. Tabot harus mampu bersaing karena daerah lain juga mempunyai acara yang menampilkan budaya lokal masing-masing,” katanya

Untuk Promosi budaya Bengkulu, kata Esthy, jangan sampai terhenti saat festival saja. Budaya Bengkulu ini harus dipromosikan secara rutin dengan memanfaatkan media online.

“Ini harus dikembangkan sehingga bisa menjadi daya tarik hingga internasional. Promosi harus berkelanjutan tidak hanya sebatas di festival ini saja,” ujarnya.

Tari Zapin Bengkulu pada acara pembukaan Tabot di Bengkulu
Tari Zapin Raflessia pada acara pembukaan Tabot di Bengkulu

Saat ini Tabot Bengkulu sudah tercatat sebagai warisan kekayaan budaya tak benda yang diakui secara nasional. Festival Tabot merupakan upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad, Husein bin Ali bin Abi Thalib, dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak, pada tanggal 10 Muharam. Festival Tabot tahun ini digelar selama 10 hari yakni 14 hingga 23 Oktober 2015 . (Dil)