Kemenkumham Turun Tangan

BENGKULU, BE – Kementrian Hukum Dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) Wilayah Provinsi Bengkulu dalam waktu dekat akan memanggil dan memeriksa pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkulu. Ini tak lepas dari adanya narapidana Fauzi Alias Iwan alias Bo’i yang melarikan diri saat dibawa petugas lapas mengisi air galon, Minggu (15/1). Hal ini disampaikan Kabag Humas dan laporan Kemenkumham, Abdul Hamid SH saat ditemui diruang kerjanya, kemarin. Hamid mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan adanya warga binaan lapas yang melarikan diri tersebut, namun dia mengaku belum mengetahui penyebabnya. Untuk memeperjelas masalah ini, dalam waktu dekat pihaknya akan memeriksa pegawai lapas CONTRIBUI??ES yang bertugas saat narapidana tersebut melarikan diri.

“Saat ini kami baru mendapatkan laporan. Langkah selanjutnya, kami akan meminta penjelasan dari pegawai lapas yang bertuga saat itu,” ujar Hamid.
Mengenai hukuman apa yang diberikan, jika terbukti adanya kelalaian dari petugas lapas, Hamid belum dapat menjelaskan lebih lanjut, mengingat belum diketahui pihak mana yang salah. Kendati demikian, Hamid menyebutkan ada beberapa hukuman yang dapat dikenakan kepada petugas jika terbukti bersalah, yakni berupa hukuman wholesale NBA jerseys ringan seperti teguran langsung dan tertulis, hukman sedang seperti penundaan kenaikan pangkat dan diturunkan jabatan, hukuman berat Shiny berupa pemecatan secara tidak hormat. Namun jika terbukti ada unsur kesengajaan petugas, maka akan dikenakan sanksi berat.
“Saya belum dapat menyebutkan hukuman apa yang akan dikenakan kepada petugas lapas. Karena belum tahu tingkat kesalahannya,” ungkap Hamid.
Lebih jauh Hamid menjelaskan, narapidana yang melarikan diri tersebut wholesale jerseys yakni telah berstatus sebagai tamping, yakni narapidana yang bekerja di lingkungan dalam Lapas. Ada beberapa faktor sehingga narapidana tersebut melarikan diri, yakni ada unsur kesengajaan dan kelengahan dari petugas, niat dari dalam diri narapidana dan ada hasutan dari lainnya yang menyuruh narapidana yang mendapat Involved kepercayaan sebagai tamping tersebut melarikan diri.
“Bisa wholesale jerseys saja mereka berhasil melarikan diri karena kelengahan dan kesengajaan petugas,” bebernya.
Hamid mengatakan, jika narapidana tersebut berhasil diringkus maka tidak dijadikan tamping lagi, melainkan menjadi narapidana biasa dan menjalani sisa masa tahanannya.
Sekedar diketahui, narapidana yang melarikan diri pada Minggu pagi (15/1) sekitar pukul 08.30 WIB tersebut diketahui bernama Fauzi. Dia divonis 1 tahun 3 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkulu terlibat kasus penggelapan sepeda motor. Dia berhasil melarikan diri saat salah seorang petugas lapas membawanya untuk mengisi air galon yang tidak jauh dari Lapas. Diduga petugas sedang lengah, napi Record tersebut langsung melarikan diri hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. (cw1)

Diduga Pulang Kampung

Meski sempat membantah dengan kaburnya napi bernama Fauzi Alias Iwan alias Bo’i (26) Warga Batu Bandung dan melibatkan orang dalam, akhirnya pihak lapas cheap jerseys from China bergerak cepat untuk melakukan pengejaran diduga kabur ke kampung halamannya.
“Napi masih dalam pengejaran. Penyebabnya adalah napi tengah berada di tempat pengisian galon untuk tahanan lainnya yang memanfaatkan kelalaian dari oknum petugas,” cetus Kepala Lapas Kelas II A Francisco! Bengkulu, cheap nfl jerseys Drs Arief Rahcman Bc Ip melalui Kepala Keamanan Lapas Agung Hascahyo Bc Ip SH.
Sementara itu, melarikan diri akibat kelalaian oknum penjaga lapas yang membawa Napi tersebut untuk membeli air galon di sekitar Lapas. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang melakukan pengawalan terhadap napi tersebut yang akan dilakukan Kemenkumham. Sedangkan untuk Napi yang kabur itu jika berhasil ditangkap diberikan sanksi berupa pengurungan di ruangan isolasi, serta tidak menerima grasi setiap tahunnya.
“Sanksi tegas juga akan diberikan bagi mereka Kejagung: yang melakukan kerja sama dengan tahanan termasuk untuk meloloskan kaburnya napi,” terangnya.
Dikeahui, Fauzi Alias Iwan alias Bo’i (26) merupakan narapidana yang terlibat kasus penggelapan kendaraan roda dua yang divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkulu selama 1 tahun 3 bulan penjara. Namun lantaran selama menjadi tahanan Lapas, kelakuan Napi ini dinilai sangat baik, sehingga membuat narapidana ini dipromosikan menjadi tamping atau pekerja di lingkungan dalam Lapas.(333)