Kemenag Usulkan 1.030 CPNS

BENGKULU, BE – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu kembali mengusulkan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Tak tanggung-tanggung, jumlah yang diusulkan pun banyak, yakni mencapai 1.030 orang.
“Sebenarnya kita mengusulkan untuk penerimaan CPNS ini sejak 2013 lalu, namun belum diterima. Sedangkan untuk tahun ini kita kembali mengusulkannya insya Allah diakomodir oleh KemenPAN,” kata Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu, H Suardi Abbas SH MH usai meninjau lahan Asrama Haji Bengkulu bersama gubernur, kemarin (1/4).
Sebagai bentuk kesiapannya, Kanwil Kemenag sudah mendapatkan anggaran dari Kementerian Agama RI sebesar Rp 700 juta untuk melaksanakan tes. Jika usulannya tidak juga diakomodir tahun ini, maka anggaran yang sudah disediakan itu akan ditarik kembali oleh Kementerian Agama.
“Kita sudah siap melaksanakannya termasuk masalah anggaran juga sudah siap. Untuk itu kita berharap usulan kita itu diterima, kalaupun tidak diterima semuanya, diakomodir 200 orang saja alhamdulillah,” ungkap Suardi.
Ditanya mengenai formasi yang diusulkan itu, Suardi mengungkapkan bahwa pihaknya mengusulkan semua formasi, mulai dari tenaga teknis di kantor, guru agama hingga pegawai untuk ditugaskan di Kantor Urusan Agama (KUA). Besarnya kebutuhan itu dikarenakan adanya moratorium CPNS beberapa tahun lalu dimasa kepemimpinan SBY, namun setelah moratorium dicabut usulan dari Kakanwil Kemenag Bengkulu belum juga diterima.
“Selain mengusulkan formasi untuk tamatan sarjana, kita juga mengusulkan tamatan SMA sebanyak 25 orang. Mereka akan ditugaskan di sejumlah KUA di Provinsi Bengkulu dan kita berharap usulan itu diterima, karena kita sangat membutuhkan CPNS baru,” harapnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri hingga kemarin belum mengusulkan jumlah kebutuhannya ke KemenPAN dan RB. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi masih merancang jumlah kebutuhan dengan PNS yang sudah ada saat ini.
“Untuk formasi beru penerimaan tahun ini, kita coba usulkan kembali karena PNS kita sendiri sudah cukup banyak,” kata Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah.
Jika tidak memungkinkan untuk menerima dalam jumlah besar, lanjutnya, Pemprov akan memprioritaskan tenaga yang benar-benar dibutuhkan, seperti dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainya. “Selain dokter spesialis dan tenaga kesehatan akan kita pertimbangkan terlebih dahulu. Jika masih memungkinkan, maka akan kita usulkan, jika tidak, ya apa boleh buat,” singkat Junaidi.(400)