Kembalikan Ratusan Hektar HGU Terlantar!

kawasan-trans-air-salak-yang-dulu-menjadi-perkampungan-sekarang-sudah-menjadi-lahan-persawahan-dan-ladang-1
foto: ilustrasi

MALIN DEMAN, Bengkulu Ekspress – Masyarakat Desa Talang Baru Kecamatan Malin Deman mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mukomuko dan instansi terkait mengembalikan lahan Hak Guna Usaha (HGU) kepada masyarakat yang. Soalnya, HGU seluas 336 hektar milik eks PT BBS yang saat ini dikuasai perusahaan perkebunan PT Daria Dharma Pratama (DDP) terlantar. “Kembalikan HGU yang terlantar itu kepada masyarakat,” tegas Kades Talang Baru, Dahri Iskandar kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (29/11).

Desakan tersebut, kata Kades, dikarenakan lahan ratusan hektar itu oleh PT eks BBS tidak digarap dan dibiarkan menjadi semak belukar oleh perusahaan tersebut. Sementara warga di tiga desa hingga saat ini banyak tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam. Luas lokasi HGU milik PT BBS itu 1.554 hektar dan yang terlantar 336 hektar, khususnya yang berlokasi di Desa Talang Baru, Serami Baru dan Talang Arah. Perusahaan tersebut tidak pernah memberikan kontribusi untuk desa sejak izin HGU diterbitkan instansi terkait Tahun 1994 lalu.

“Kami mendesak kembalikan lahan itu kepada masyarakat yang saat ini dikuasai PT DDP dan telah ditanami tanaman sawit,” ujarnya.

Untuk menguatkan keinginan masyarakat, kata Kades, masyarakat di tiga desa penyangga itu akan meminta dukungan dari Bupati Mukomuko untuk pelepasan lahan HGU terlantar tersebut. Karena persoalan itu sudah berlangsung lama dan seakan – akan pemerintah dan pihak – pihak terkait tutup mata.

“Ini sudah lama terjadi. Hanya saja desakan dan aspirasi masyarakat tidak direalisasikan. Kali ini kita coba kembali dengan pemerintahan Bupati Choirul Huda dan Wakil Bupati Haidir yang baru ini,” ucapnya. Jikalau Pemda Mukomuko tidak dapat membantu memperjuangkan keinginan masyarakat tersebut. Pihaknya tidak bertanggung jawab jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, karena masyarakat sudah lama bersabar.

“Intinya kembalikan lahan HGU yang terlantar dan dikuasai PT DDP itu kepada masyarakat,” pungkasnya. (900)