Kemarau, Distan Tak Ada Program Khusus

BENGKULU, BE – Dampak kemarau panjang yang terus berlangsung, sangat dirasakan di kalangan petani sawah. Jika biasanya mereka bisa panen hingga 2 kali dalam setahun, tahun ini tampaknya harapan tersebut sulit terwujud. Sehingga, produksi padi pun kian menurun, bahkan hingga 50 persen lebih.
Sayangnya pihak Dinas Pertanian Kota Bengkulu, hingga kini belum menyiapkan program khusus penanggulangan permasalahan ini.  Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pertanian Kota Bengkulu, Matriyani Amran.
Menurutnya, belum ada program yang bisa dilakukan oleh pihaknya untuk mengatasi permasalahan kekeringan. Kalau mengairi sawah dengan metode penyiraman, diprediksi membutuhkan anggaran yang besar. Untuk itu pihaknya hanya bisa pasrah menunggu musim hujan tiba.
“Kitakan sesuaikan dengan kondisi alam, kalau memang seperti itu ya, tidak bisa kita paksa. Karena kalau kita mau menggunakan juga fasilitas yang lain biaya operasionalnya akan lebih besar tidak akan seimbang dengan dana produksi kelak, kalau misalanya kita mengambil air dari tempat lain kemudian membuat sumur pompa air itu langganan juga belum ada,” kata Kepala Dinas Pertanian, Matriani Amran kepada BE kemarin.
Sementara itu, sesuai rilis pihak BMKG, musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir bulan Desember. Dengan demikian, dapat dipastikan dampak terjadinya musim kemarau akan kian meluas, sehingga diperlukan langkah khusus dari pemerintah kota untuk meminimalisir dampak yang terjadi.
“Kalau sampai akhir tahun tidak ada penanaman lagi, maka penurunannya akan semakin tinggi. Khusus kota Bengkulu bisa mencapai 70an persen, untuk pastinya saya belum tahu, tapi kita perkirakan saja 1 hektar itu sekitar 4-5 ton, kalau sekarang jelas sedikit karena yang nanam kemarin cuma 50 persen,” ungkap Matriani. (805)