Kamis, 25/07/2013 - 15:07 WIB
Berita Utama | beonline - Bengkulu Ekspress

Kelulusan CPNS Gunakan Standar Nilai

Tes Dirancang Serentak

BENGKULU, BE – Seleksi penerimaan CPNS tahun ini dipastikan berlangsung sangat ketat. Selain formasi yang sedikit alias terbatas, tapi juga pelamar tidak dibatasi hanya berasal dari Provinsi Bengkulu saja. Bukan hanya itu saja, kelulusan tes tidak didasarkan nilai tertinggi melainkan dirancang menggunakan standar nilai tertentu.
“ Tes CPNS ke depan akan menggunakan standar nilai yang ditentukan pemerintah pusat. Jadi walaupun pelamarnya hanya satu peserta tapi jika nilainya tidak mencukupi standar tetap saja tidak lulus. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya yang menetapkan kelulusan berdasarkan nilai tertinggi,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Seluma Drs Suparto Msi.
Ia pun mengungkapkan tes CPNS yang dirancang akhir September akan dilakukan secara serentak se-Provinsi Bengkulu. Apalagi pendaftarannya dilakukan secara online. Pengumuman pembukaan pendaftaran dan hasil tes akan diumumkan di media massa.

Diminta Utamakan Putra Daerah
Rencana Pemerintah Provinsi Bengkulu yang akan menerikan pendaftar tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari luar Provinsi Bengkulu mendapat reaksi dari kalangan pengamat dan pemuda di daerah ini. Jika pemprov memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat dari luar Provinsi Bengkulu, dikhawatirkan akan mempersempit  peluang bagi putra-putri daerah Bengkulu.
“Memang mengikuti tes CPNS itu adalah hak semua warga negara Indonesia, namun pemerintah sebaiknya mengutamakan putra-putri daerah, agar selaras dengan pemberlakukan otonomi daerah,” kata pengamat Sumber Daya Manusia dan Kebijajakan Publik Universitas Hazairin (Unihaz) Bengkulu, Dr H Ahmad Badawi Saluy SE MSi kepada BE, kemarin.
Selain itu, menurut Badawi, penerimaan  CPNS juga harus sesuai dengan kebutuhan, dan pelaksaan tes juga harus  secara transpran dan bebas dari berbagai  kecurangan.
Menurutnya,  pemerintah boleh membuka kesempatan bagi putra daerah luar Bengkulu, jika putra daerah Bengkulu tidak ada yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan pemprov. Namun, selagi putra daerah Bengkulu masih memenuhi syarat, maka ia meminta pemprov mempriotaskan putra asli daerah Bengkulu.
“Tes CPNS ini sudah sekian lama ditunggu-tunggu oleh para pemuda Bengkulu. Oleh karenannya, kesempatan emas kali ini diharapkan hanya terbuka bagi para putra-putri daerah Bengkulu,” ujarnya.
Ia mengaku, pelaksanaan tes CPNS kali ini  merupakan ujian  bagi pemerintah daerah untuk membuktikan independensi dan profesionalitas pemerintah, agar mendapatkan aparatur negara atau PNS  yang berkualitas sesuai dengan bidangnya masing-masing.
“Yang terpenting adalah pelaksanaan tes CPNS dilakukan dengan transparan dan tidak KKN. Khusus untuk Provinsi Bengkulu, saya yakin bahwa perekrutan CPN akan berjalan tanpa kecurangan. Karena tidak mungkin seorang gubernur sekaligus ustad terkenal mau menciderai penerimaan CPNS ini dengan perbuatan yang tidak terpuji,” ungkapnya optimis.
Senada juga disampaikan mantan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bengkulu, Romidi Karnawan, yang mengaku sangat keberatan jika pemerintah daerah Bengkulu mengabaikan  putra daerahnya sendiri.
Menurutnya, sudah selayaknya pemerintah pemberikan kesempatan penuh kepada putra daerah untuk ikut berkompetisi menjadi CPNS di daerahnya sendiri. “Siapa lagi yang memperhatikan putra daerah kalau bukan pemerintah daerah,” ketusnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Drs H Asnawi A Lamat MSi, belum bisa dipastikan apakah tetap mengakomodir peserta dari luar Bengkulu atau tidak, karena pihaknya baru akan membahas masalah tersebut siang ini.
“Keputusannya menunggu hasil  hasil rapat bersama SKPD Kamis besok (hari ini,red),” kata Asnawi.
Rapat tersebut tidak hanya membahas masalah calon peserta, tetapi juga membahas formasi  atau rincian penerimaan CPNS di lingkungan pemerintah Provinsi Bengkulu. “Jumlah 144 orang itu masih global, untuk memastikan formasi apa saja yang dibutuhkan, juga akan kita bahas dalam rapat besok,” pungkasnya.

Pendidikan Honorer
Pantas saja pemerintah memperketat pengangkatan honorer kategori dua (K2) menjadi CPNS. Pasalnya sesuai data Badan Kepegawaian Negara (BKN), 77 persen tenaga honorer K2 berpendidikan SLTA ke bawah.
Selain itu dari jenis tugasnya, 54 persennya tenaga teknis atau administratif lainnya, 42 persen bertugas sebagai tenaga pendidik, dan empat persen tenaga penyuluh atau kesehatan.
Sedangkan dari segi usia, 65 persen tenaga honorer K2 masih berusia di bawah 35 tahun per Januari 2005.
“Honorer K2 mayoritasnya berusia muda, sayangnya tingkat pendidikannya rendah. Itu sebabnya, lulus tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB) merupakan harga mutlak bagi honorernya,” tegas Deputi Informasi Kepegawaian BKN Yulina Setiawati.
Ia menambahkan, hingga 16 Juli 2013, tenaga honorer yang sudah diproses di database sebanyak 613.919 orang. Dari jumlah itu, 12 persen atau 72.054 tenaga honorer tersebar pada 32 instansi pusat. Sedangkan 88 persen (541.865 orang) lainnya tersebar di 508 pemerintah provinsi juga kabupaten/kota.
Nantinya, 613.919 honorer K2 ini akan dites TKD serentak di 540 instansi pusat dan daerah dengan penyelanggara panitia pengadaan CPNS nasional. Sedangkan TKB dilakukan oleh masing-masing instansi.(400/333)
 

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


5 + = sebelas

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved