Kelelahan, Berebut Koper, Sampai Tersesat

FOTO: istimewa IBADAH: Jamaah Calon haji (JCH) asal Bengkulu telah tiba Arab Saudi, sebagian mengalami kelelahan dalam perjalanan selama 9 jam.
FOTO: istimewa IBADAH: Jamaah Calon haji (JCH) asal Bengkulu telah tiba Arab Saudi, sebagian mengalami kelelahan dalam perjalanan selama 9 jam.

Sudah tiga kelompok terbang (Kloter) Jamaah Calon Haji (JCH) asal Bengkulu tiba di Arab Saudi. Namun, ada-ada saja kisah perjalanan ibadah haji diantara jamaah asal Bengkulu ini.

 

Cerita Perjalanan Ibadah Haji Jamaah asal Bengkulu

=============
Endang Suprihatin,
Kota Bengkulu
===================

PERJALANAN ibadah haji selalu menyimpan cerita unik dan lucu. Seperti terjadi kali ini. Tiga kloter Jamaah Calon haji (JCH) asal Bengkulu telah tiba Arab Saudi. Perjalanan dengan Maskapai Garuda Airlines (GA) ini memakan waktu hingga 9 jam. Sebagaian jamaah sangat kelelahan dalam perjalanan ini.

Setibanya Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdulaziz (AMMA) Madinah, Arab Saudi, jamaah wajib mengikuti berbagai aturan bandara. Mereka angsung dijemput transportasi menuju hotel Nada Alhijaz, Madinah.

“Kondisi jamaah ada yang beberapa kelelahan, karena kurang tidur,ditambah cuaca panas. ” ungkap Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter 3,dr, Khairul.

Setibanya di Pemondokan, sejumlah jamaah disibukkan dengan koper mereka yang warnanya semuanya sama Orange, para jamaah pun berebutan. Selanjutnya, pihak hotel telah membagi kamar jamaah sesuai dengan jumlah jamaah.

Kurang bisanya jamaah dalam bahasa asing, serta tidak mengenal huruf serta ornamen kamar hampir sama, tak jarang jamaah kerap salah masuk kamar. Penolakan pisah kamar dalam pasangan keluargapun terjadi. Akibatnya banyak jamaah yang bigung dan memaksakan aturan sendiri.

“Di pemondokan, jamaah banyak masuk salah kamar, banyak jamaah yg buta huruf, ada juga jamaah menegakkan aturan sendiri, karena ada yang pisah kamar dengan kelurga.” jelasnya.

Di pemondokan, tata-tertib sangat ketat, didalam ruangan ac (Air Conditioner) Jamaah dilarang merokok. Bagi mereka yang merokok telah disiapkan ruang khusus.

Menariknya, di Arab Saudi penjualan rokok sangat sedikit, tak jarang orang arab meminta rokok pada jamaah. “Disana tidak ada toko yang jual rokok, bahkan orang Arab suka minta rokok Indonesia. “Kebanyakan jamaah membawa rokok dari tanah air,” katanya.

Masih dikatakan Kharul, suhu udara ditanah suci sangat panas, mencapai 47 derajat celcius, pun begitu jamaah selalu diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan. Konsumsi jamaah aman terkendali, sehari dikasih 2 kali makan dan paginyasarapan roti.

Sementara itu Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) Bengkulu, Adran Khalik menuturkan, Dihari kedua di Madinah, jamaah telah melaksanakan salat Arbain yakni sholat 40 waktu.

Jarak antara pemondokan dan Masjid Nabawi hanya berkisar 500 meter, namun membuat jamaah bigung. Tak jarang setelah pulang dari masjid Nabawi jamaah tersesat, dan ditemukan masih di kawasan masjid Nabawi. “Walau tersesat, itu cuma sekitar masjid Nabawi ajo. Paling becarian jalan balik ke hotel. Dan itu belum menjadi masalah, dan mudahan tidak menjadi masalah, ” ungkap Adran Khalik.

Hal yang sama diungkapkan Ustad Yulkamra, bahwa banyak jamaah haji yang telah melaksanakan salat Arbain bigung kembali ke pemondokan, karena lupa arah hotel tempat menginap. Petugas pun mulai melakukan pencarian. “Alhamdulillah jamaah kita yang tersesat sudah ketemu, di pondokan lain, ” jelasnya.

Ia mengingatkan kepada seluruh ketua rombongan dan jamaah agar selalu berkoordinasi dengan petugas, berpamitan dimanapun mereka hendak keluar penginapan. Jamaah haji dminta saat keluar selalu bersama minimal dua orang, Saat ini jamaah sangat antusias beribadah di masjid nabawi. Bahkan rela berdesakan dan antri untuk berdoa di area raudho. Saat ini jamaah loter 3 konsen melaksanakan ibadah 40 waktu berturut di masjid nabawi (arbain).(**)